Maknyuuuss, Pedesan Entog di WKM Kuningan

- Redaksi

Selasa, 23 Maret 2021 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Kuningan – Kuliner khas priangan, seperti pedesan entog, pedesan puyuh, sayur asem, sayur lodeh, aneka pepes, dan sambel terasi bisa mengembalikan kenangan. Berbagai makanan itu bisa didapatkan di Warung Kopi Manis (WKM), Jalan Ir. Soekarno, Cigintung, Kuningan.

WKM Kuningan buka mulai pukul 06.00-21.00 WIB. Dengan konsep pedesaan khas priangan, WKM membuat para pengunjung enggan beranjak.

Tempatnya nyaman, jadul, mengingatkan masa kecil saat di rumah ibu. Sajian kulinernya seperti terasa di rumah,” ujar Tatang, salah satu pengunjung.

Konsep WKM Kuningan tidak berbeda jauh dengan WKM di Cirebon. Namun, nuansa alam Warung Kopi Manis Kuningan yang berdiri di atas lahan 1.400 meter lebih terasa. Hal itu karena WKM Kuningan berada di tengah kebun dengan pemandangan Gunung Ciremai.

Pemilik Warung Kopi Manis, Anton Oktaviano, mengungkapkan, dari sekian daerah di Ciayumajakuning, permintaan untuk buka cabang lebih banyak dari pelanggan di Kuningan.

Baca Juga :  Jasa Marga Kembali Lakukan Pemeliharaan Perkerasan Di Ruas Tol Jakarta-Tangerang

Meski demikian, harga semua menu sama, antara Rp2 ribu hingga Rp20 ribu. Meski tergolong murah, kualitas masakannya sama.

Semua menu dan harganya sama, tidak membedakan daerah. Kualitas maupun resep masakannya juga sama. Hanya di sini ada tambahan pedesan entog sebagai makanan kasta tertingginya,” jelas Anton, yang berasal dari Lengkong, Garawangi, Kuningan.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Acep Purnama mengaku bangga dengan WKM yang melestarikan makanan tradisional.

Baca Juga :  Banteng Muda Indonesia Pastikan Dukung Syahrul Pada Musda KNPI Kota Bekasi

“Ada sebuah kebanggaan bagi kami karena ada nilai-nilai tradisional dalam konsep Warung Kopi Manis. Sesuai dengan temanya, kembali ke cerita masa lalu,” ujarnya, Selasa (23/3).

Acep menambahkan, kreativitas tersebut patut dikembangkan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan.

Saya salut dan bangga dengan Kang Anton yang berani membukan usaha di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” pungkasnya.

(din)

 

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Berita Terbaru