Kejari Kota Cirebon Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi DAK

- Redaksi

Senin, 22 Juli 2019 - 21:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Tiga orang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Cirebon. Mereka yang ditetapkan jadi tersangka adalah HR, seorang PNS di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, SH kontraktor PT Tidar Sejahtera dan, S pengawas lapangan dari CV Duta Cipta.

Status ini ditetapkan, setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon telah mendapatkan bukti-bukti kuat bahwa ketiganya melakukan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 pembangunan Jalan Cipto Mangunkusumo. Ketiganya memiliki peran dan pelanggaran masing-masing dalam tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp2,6 miliar.

Baca Juga :  Kunjungan ke Cirebon, Kang Emil Membawa Program Penataan Desa

Kepala Kejari Kota Cirebon, M Syarifuddin mengatakan, sebelum memutuskan status tersangka kepada para pelaku, pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan uji laboratorium. “Dari hasil uji laboratorium oleh ahli, didapati bahwa pembangunan Jl. Cipto Mangunkusumo tidak sesuai dengan speknya,” katanya, Senin (22/7/2019).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, dari hasil pekerjaan proyek jalan itu terdapat kekurangan kualitas dan kuantitas. Ketiga tersangka pun mengakui perbuatannya. “Penyelewengan dana oleh ketiga tersangka pada kasus ini bersifat sinergis. SH sebagai kontraktor tidak melakukan uji sampel sebelum melaksanakan pekerjaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Harga Bawang Merah dan Putih di Kota Cirebon Mengalami Kenaikan

“Hal ini bahkan sudah diakui SH selaku Direktur PT Tidar Sejahtera. S selaku pengawas pun, diduga lalai melaksanakan tugasnya sebagai pengawas hingga mengakibatkan kualitas dan kuantitas pekerjaan turun. Sementara HR diduga telah melakukan pembiaran dengan kewenangannya,” terangnya.

Baca Juga :  Dokter Febri, Dokter Muda yang Punya Klinik Sendiri

Syarifuddin menambahkan, dari nilai kerugian Negara sejauh ini sudah ada pengembalian uang sebagai barang bukti sebesar Rp215 juta. Sementara, pihaknya memastikan dalam proyek ini pencairan telah dilakukan 100% atau senilai lebih dari Rp10 miliar.

“Dalam uji materil ini ada kekurangan bahan material (aspek kuantitas) senilai sekitar Rp2,3 miliar dan kualitas hasil pekerjaan senilai Rp300 juta. Pengembalian uang, hanya akan meringankan hukuman para tersangka,” pungkasnya.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru