RJN, Bekasi -.Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, mengklaim pihaknya berhasil mengurangi tindakan mencemari lingkungan setempat. Salah salah satunya dengan mengintervensi titik-titik yang sering dijadikan lahan pembuangan sampah yang liar.
Awalnya, dilaporkan titik pembuangan sampah liar yang tersebar di Kota Bekasi sebanyak 120 titik. Lambat laun lewat sosialisasi dan tindakan yang konkret mengurangi titik-titik tersebut sehingga tinggal 32 titik.
“Sekarang sudah mulai berkurang dari laporan itu ada sekitar 32 titik. 32 itu juga yang sudah akut yang sekarang harus ada pengolahan lahannya, semacam di daerah Pondok Gede,” kata Lutfi, Senin (17/9/2018).
Kata Lutfi, persoalan sampah memang jadi momok semua orang. Di Kota Bekasi, produksi sampah mencapai 1.700 ton per hari. Total produksi tersebut tidak sebanding dengan daya tampung TPA Sumur Batu seluas 3,5 hektare dengan daya tampung per hari maksimal 650 ton.
Lutfi mengatakan, untuk mengurangi produksi sampah, maka pihaknya menggiatkan sejumlah program, salah satunya bank sampah yang menerapkan prinsip Reuse, Reduce, dan Recycle (3R).
Menurut dia, pemberdayaan bank sampah mampu mengurangi produksi sampah dari hulu ke hilir. Saat ini total bank sampah yang tersebar di Kota Bekasi mencapai 1.030 unit. Meskipun semuanya belum mandiri, bank sampah mampu mengintervensi tindakan buang sampah sembarangan.
“Bank sampah itu program klinik perubahan, tujuannya bagaimana agar mindset masyarakat yang tadinya membuang sampah begitu saja bisa terkelola dengan baik. Dari mulai pengolahan, ada edukasi juga disitu, jadi katakanlah sampah itu bisa diurai dan lain sebagainya,” katanya.
Dengan adanya bank sampah, masyarakat memiliki timbal balik positif. Selain lebih sadar akan lingkungan, masyakarat yang memanfaatkan pembuangan sampah lewat bank sampah mendapatkan uang.
“Feedback program bank sampah masyarakat dapat dana nantinya. Jadi mereka seperti menjual dari menukar sampah itu, jadi berat sampah yang mereka tukar dikonversi jadi sesuatu yang bernilai,” pungkasnya.(ant//RJN)











