JAKARTA – Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tak hanya menjadi surga belanja bagi pengunjung, tetapi juga menjadi ladang cuan bagi para pelaku jasa titip (jastip). Memasuki pekan kedua penyelenggaraan, ratusan jastiper terlihat memenuhi berbagai booth pameran untuk memburu barang pesanan pelanggan dari berbagai daerah.
Mereka datang dengan membawa koper maupun tas berukuran besar untuk mengangkut produk yang dipesan. Tak tanggung-tanggung, omzet yang diperoleh dalam satu kali kunjungan bisa mencapai jutaan rupiah.
Salah satu pelaku jastip, Asrofi, mengungkapkan bahwa Jakarta Fair menjadi momen paling dinanti setiap tahunnya. Dengan tarif jasa mulai dari Rp3.000 hingga Rp15.000 per barang, ia mampu mengumpulkan keuntungan yang cukup besar berkat tingginya jumlah pesanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pasar kami bukan hanya langsung ke konsumen, tetapi juga sesama jastiper. Jadi kami mengambil margin tipis, yang penting volume pesanannya banyak,” ujar Asrofi.
Menurutnya, keberadaan pusat informasi di berbagai titik Jakarta Fair sangat membantu proses berburu produk. Jastiper kini lebih mudah menemukan lokasi tenant tanpa harus menghabiskan banyak waktu mencari stand.
Meski terlihat menguntungkan, profesi jastiper ternyata memiliki tantangan tersendiri. Selain harus siap berjalan seharian mengelilingi area pameran, mereka juga dituntut memahami produk yang dibeli agar tidak salah memilih barang maupun harga.
“Kita harus riset dulu produknya, memastikan harga benar, membuat katalog, lalu merekap semua pesanan supaya proses belanja lebih cepat dan tidak ada yang terlewat,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Anggun (33), jastiper yang telah menjalankan bisnis tersebut sejak 2018. Ia mengaku sudah tiga kali datang ke Jakarta Fair hanya dalam waktu sepekan demi memenuhi pesanan pelanggan.
Sebelum berangkat ke lokasi, Anggun terlebih dahulu mengumpulkan pesanan melalui grup WhatsApp hingga mencapai minimal 50 sampai 100 item agar biaya operasional seperti parkir, bensin, hingga administrasi tetap efisien.
“Kalau orderannya sudah banyak baru saya datang ke sini. Semua biaya harus diperhitungkan supaya tetap untung,” katanya.
Menurut Anggun, produk yang paling banyak diburu pelanggan bukan sekadar makanan atau minuman, melainkan merchandise, tas edisi khusus, hingga hadiah menarik yang hanya tersedia selama Jakarta Fair berlangsung.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelanggannya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bali, Surabaya, Kalimantan hingga Makassar.
“Yang dicari biasanya hadiah-hadiah lucu dan merchandise yang cuma ada di Jakarta Fair,” tuturnya.
Melihat semakin besarnya aktivitas jastip di area pameran, penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran 2026 menghadirkan Jastiper Lounge, fasilitas khusus yang dirancang untuk mendukung aktivitas para pelaku jasa titip.
Fasilitas tersebut menyediakan area istirahat, charging station, layanan konsultasi pengemasan (packaging), hingga tempat penitipan sementara barang sebelum dikirim kepada pelanggan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membuat aktivitas jastiper menjadi lebih nyaman, cepat, dan profesional tanpa harus keluar dari area pameran.
Jakarta Fair Kemayoran 2026 sendiri masih menjadi magnet wisata belanja terbesar di Indonesia dengan menghadirkan ribuan produk dari berbagai sektor industri, promo besar-besaran, kuliner, hingga konser musik setiap malam.
Pada akhir pekan dan hari libur nasional, pameran dibuka lebih awal mulai pukul 10.00 WIB. Sementara tiket masuk dibanderol mulai Rp40.000 hingga Rp60.000 sesuai hari kunjungan.
(*)
























