JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkap langkah besar pemerintah untuk merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menargetkan hanya mempertahankan sekitar 300 BUMN hingga akhir 2026.
Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat memberikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026.
Menurut Prabowo, pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan lebih dari 750 BUMN lainnya ditutup atau dilebur hingga 31 Desember 2026.
“Pada Desember 31, 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, pemerintah hanya akan mempertahankan perusahaan pelat merah yang dinilai produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Prabowo menyebut langkah tersebut sebagai salah satu restrukturisasi korporasi terbesar, khususnya melalui perampingan jumlah BUMN.
Temukan 1.074 BUMN
Prabowo mengungkapkan, saat pemerintah membentuk Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia, ditemukan jumlah BUMN yang jauh lebih besar dari perkiraan.
Ia awalnya memperkirakan jumlah BUMN hanya berkisar 300 hingga 400 perusahaan. Namun, hasil penelusuran menemukan terdapat 1.074 BUMN, termasuk perusahaan yang memiliki anak, cucu, hingga cicit perusahaan.
“Saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400. 1.074,” ujar Prabowo.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat struktur perusahaan negara menjadi terlalu gemuk dan membutuhkan pembenahan menyeluruh.
Prabowo bahkan menyinggung perlunya evaluasi terhadap pengelolaan BUMN selama puluhan tahun. Ia membuka kemungkinan adanya mekanisme khusus bagi pihak-pihak yang mengakui kesalahan dan bersedia memperbaiki keadaan.
Hemat Rp50 Triliun
Restrukturisasi BUMN yang telah berjalan disebut mulai memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran.
Prabowo menyebut pemerintah sejauh ini telah menghemat lebih dari Rp50 triliun dari pengurangan biaya overhead, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan, hingga perjalanan dinas.
“Target kita, Desember 31, target kita harus menghemat Rp70 triliun lebih,” tegasnya.
Prabowo menilai penghematan tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan anggaran Rp50 triliun dapat digunakan untuk memperbaiki puskesmas, merenovasi sekolah, hingga menyediakan rumah bagi masyarakat.
Subsidi Akan Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih
Selain restrukturisasi BUMN, Prabowo juga menyoroti penguatan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun rantai pasok nasional.
Ia mengatakan koperasi akan diperkuat agar masyarakat tidak mudah dipermainkan oleh pihak yang memiliki modal besar dan mampu memengaruhi pasar.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak anti terhadap mekanisme pasar. Namun, menurutnya, pasar tetap membutuhkan perlindungan agar tidak dimanipulasi.
“Rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus berdayakan melalui kooperasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan barang-barang subsidi nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih dan tidak boleh diperdagangkan untuk mengambil keuntungan.
“Subsidi adalah uang rakyat. Barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat untuk rakyat dan bukan dagangan,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut memberikan apresiasi kepada jajaran Danantara beserta seluruh tim yang terlibat dalam proses restrukturisasi dan efisiensi BUMN.
(*)









