Prabowo Ungkap 750 BUMN Bakal Ditutup, Target Hemat Rp70 Triliun

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo mengungkap rencana besar restrukturisasi BUMN dan target penghematan anggaran hingga lebih dari Rp70 triliun. Foto: Dokumentasi Sekretariat Kabinet.

i

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo mengungkap rencana besar restrukturisasi BUMN dan target penghematan anggaran hingga lebih dari Rp70 triliun. Foto: Dokumentasi Sekretariat Kabinet.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkap langkah besar pemerintah untuk merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menargetkan hanya mempertahankan sekitar 300 BUMN hingga akhir 2026.

Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat memberikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026.

Menurut Prabowo, pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan lebih dari 750 BUMN lainnya ditutup atau dilebur hingga 31 Desember 2026.

“Pada Desember 31, 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, pemerintah hanya akan mempertahankan perusahaan pelat merah yang dinilai produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Prabowo menyebut langkah tersebut sebagai salah satu restrukturisasi korporasi terbesar, khususnya melalui perampingan jumlah BUMN.

Baca Juga :  Motorola edge 60 FUSION Meluncur di Indonesia

Temukan 1.074 BUMN

Prabowo mengungkapkan, saat pemerintah membentuk Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia, ditemukan jumlah BUMN yang jauh lebih besar dari perkiraan.

Ia awalnya memperkirakan jumlah BUMN hanya berkisar 300 hingga 400 perusahaan. Namun, hasil penelusuran menemukan terdapat 1.074 BUMN, termasuk perusahaan yang memiliki anak, cucu, hingga cicit perusahaan.

“Saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400. 1.074,” ujar Prabowo.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat struktur perusahaan negara menjadi terlalu gemuk dan membutuhkan pembenahan menyeluruh.

Prabowo bahkan menyinggung perlunya evaluasi terhadap pengelolaan BUMN selama puluhan tahun. Ia membuka kemungkinan adanya mekanisme khusus bagi pihak-pihak yang mengakui kesalahan dan bersedia memperbaiki keadaan.

Baca Juga :  Laga Perdana AFC 2019, Persija Jamu Tamunya Bicamex di SUGBK

Hemat Rp50 Triliun

Restrukturisasi BUMN yang telah berjalan disebut mulai memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran.

Prabowo menyebut pemerintah sejauh ini telah menghemat lebih dari Rp50 triliun dari pengurangan biaya overhead, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan, hingga perjalanan dinas.

“Target kita, Desember 31, target kita harus menghemat Rp70 triliun lebih,” tegasnya.

Prabowo menilai penghematan tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan anggaran Rp50 triliun dapat digunakan untuk memperbaiki puskesmas, merenovasi sekolah, hingga menyediakan rumah bagi masyarakat.

Subsidi Akan Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih

Selain restrukturisasi BUMN, Prabowo juga menyoroti penguatan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun rantai pasok nasional.

Baca Juga :  Ramadan Berkah, XL Axiata Berikan Apresiasi Untuk Para Ibu dan Beragam Paket Ramadan Mulai Rp 3 Ribu

Ia mengatakan koperasi akan diperkuat agar masyarakat tidak mudah dipermainkan oleh pihak yang memiliki modal besar dan mampu memengaruhi pasar.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak anti terhadap mekanisme pasar. Namun, menurutnya, pasar tetap membutuhkan perlindungan agar tidak dimanipulasi.

“Rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus berdayakan melalui kooperasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan barang-barang subsidi nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih dan tidak boleh diperdagangkan untuk mengambil keuntungan.

“Subsidi adalah uang rakyat. Barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat untuk rakyat dan bukan dagangan,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut memberikan apresiasi kepada jajaran Danantara beserta seluruh tim yang terlibat dalam proses restrukturisasi dan efisiensi BUMN.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komeng Bilang Program Prabowo Bagus, Lalu Nyeletuk Begini
Prabowo Soroti Dunia Penuh Konflik, Indonesia Diminta Bersyukur
XLSMART Tebar Promo Kemerdekaan, dari Kuota 5G hingga Internet Rumah
Polda Metro Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis di Permukiman Padat, 4 Pelaku Ditangkap
Pecah Rekor! XL Borong 4 Penghargaan Ookla, Resmi Jadi Jaringan Terbaik Indonesia
Vasaka Hotel Jakarta Bidik Wisatawan dan Pelaku Bisnis Lewat Promo Kemerdekaan Agustus 2026
Kasus Kecelakaan Maut Cilincing Disorot, Kuasa Hukum Pertanyakan Penahanan Sopir Truk Trailer
Indonesia Jadi Negara Pertama Dunia, OMODA O4 Bawa Mobil Listrik AI Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Komeng Bilang Program Prabowo Bagus, Lalu Nyeletuk Begini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Prabowo Ungkap 750 BUMN Bakal Ditutup, Target Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Prabowo Soroti Dunia Penuh Konflik, Indonesia Diminta Bersyukur

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Polda Metro Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis di Permukiman Padat, 4 Pelaku Ditangkap

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Pecah Rekor! XL Borong 4 Penghargaan Ookla, Resmi Jadi Jaringan Terbaik Indonesia

Berita Terbaru

Komeng memberikan tanggapan kepada awak media terkait program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Komeng menyampaikan pandangannya dengan gaya khasnya saat ditemui sejumlah wartawan. Foto: Tangkapan layar YouTube Bisnis.com.

Jakarta

Komeng Bilang Program Prabowo Bagus, Lalu Nyeletuk Begini

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:09 WIB