Jabar Masagi Sebagai Kebajikan Universal Jawa Barat

- Redaksi

Kamis, 6 Desember 2018 - 05:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan Jabar Masagi di Cirebon, Rabu (5/11). Program pendidikan karakter ini bukan sekadar janji politik. Lebih dari itu, untuk membentengi masyarakat Jawa Barat dengan nilai-nilai baik yang selaras dengan cita-cita Jabar Juara Lahir Batin.

Masagi adalah filosofi Sunda yang singkat-padat. Tapi memiliki makna yang mendalam. ”Jelema Masagi” artinya orang yang memiliki banyak kemampuan dan tidak ada kekurangan. Masagi berasal dari kata pasagi (persegi) yang artinya menyerupai (bentuk) persegi.

Ridwan Kamil mengatakan, grand desain Jabar Masagi menekankan pada nilai pendidikan karakter. Mengembalikan pendidikan budi pekerti yang bisa berdampak pada akhlak sosial yang mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal.

”Tentunya yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks budaya dari masing-masing wilayah di Jawa Barat. Ini sebagai pijakan jati diri dengan keterampilan abad 21 untuk kemajuan generasi muda Jawa Barat ke depan,” ujar dia.

Dalam Jabar Masagi, setiap budaya lokal dihargai setara bukan untuk digantikan atau menggantikan. Tapi, satu sama lain hadir untuk saling melengkapi. Keragaman budaya lokal adalah kekuatan dari Jawa Barat. “Mengakomodir tiga budaya di tiga wilayah. Yakni Sunda Priangan, Cirebonan, dan Betawi,” katanya.

Ia mengungkapkan, filosofi ”Masagi” yaitu bagaimana berproses menjadi manusia yang memiliki pribadi yang kokoh, ajeg atau seimbang dalam berpikir, merasa, dan bertindak. “Jabar Masagi menjadikan budaya lokal yang beragam adalah pondasi yang harus diletakan di awal karena menyangkut identitas dan warisan sejarah yang melekat pada kearifan lokal di masing-masing wilayah,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  PT Jasa Marga Raih Dua Penghargaan di Indonesia Corporate Secretary Award 2017

Program Jabar Masagi adalah fokus membangun manusia, bukan programnya. Jadi jika ditanya apa itu Jabar Masagi? Jabar Masagi adalah menumbuhkan manusia Masagi Jawa Barat untuk belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti/karsa), belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata) untuk melayani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi menambahkan, implementasi kurikulum program Jabar Masagi adalah seluruh program praktik baik di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat yang mampu menumbuhkan generasi muda di Jawa Barat sebagai manusia berbudaya yang memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti), belajar memahami (harti), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti).

Baca Juga :  Sejak 2018, Disdik Ajukan Anggaran Renovasi SMPN 2 Plumbon yang Ambruk

Dia memastikan, implementasi program Jabar Masagi tidak akan menyulitkan guru dalam kurikulum karena kuncinya adalah kemauan untuk menyentuh hati siswa, karena perubahan perilaku terjadi ketika hatinya tersentuh. Jadi Jabar Masagi pada prinsipnya sejalan dengan penguatan pendidikan karakter (PPK) dan kurikulum 2013.

”Jabar Masagi hanya berupaya ”membumikan” pendidikan karakter dalam konteks mulok budaya lokal sebagai akar untuk mengisi ruh pendidikan karakter agar tidak tercerabut dari akarnya,” pungkasnya. (red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen
Monev PPID 2026, BPKAD dan Kecamatan Bekasi Utara Terbaik

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB

Keterangan foto: Ilustrasi tindak pidana korupsi yang berdampak terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta

Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:02 WIB