DPKPP Kota Bekasi menghadiri giat Workshop Nasional Lesson Learned

- Redaksi

Kamis, 18 November 2021 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rakyatjabarnews.com, Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Bekasi menghadiri giat Workshop Nasional Lesson Learned Pembentukan BLUD Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Launching BLUD PALD Kota Makassar dan Kota Bekasi di Kota Makassar.

Turut hadir, Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah Kemendagri, M. Ardian Noervianto, Fungsional Perencana Utama Kedeputian Bidang Sarpras, Budi Hidayat, Direktur Jenderal Cipta Karya KemenPUPR, Diana Kusumastuti, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muhammad Anshar, Kepala UPTD PALD Kota Bekasi, Andrea Sucipto, Environment Officer USAID Indonesia, Hung Vo, Founder/Former BLUD Intan Hijau Kalimantan Selatan, Boyke W Triestiyanto.

Program USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS) adalah program berdurasi lima tahun delapan bulan yang dirancang untuk mendukung Pemerintah Indonesia (Kota Bekasi, Kota Makassar dan Kota Gresik) dalam meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku hygiene bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan, LSM Bina Masyarakat Peduli ke Pemkot Bekasi

Workshop BLUD ini melibatkan Kementerian Dalam Negeri Direktorat Bina Keuangan Daerah, Bappenas dan Kementerian PUPR Direktorat Sanitasi serta Wali Kota Makassar sebagai pemateri utama dan pembelajaran Teknik dari UPTD PALD Kota Bekasi dan contoh BLUD yang baik tentang pengelolaan persampahan dari BLUD persampahan Kab. Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutanya Sekretaris Daerah Kota Makassar mengatakan bahwasannya Makassar memiliki visi dan misi yaitu percepatan wujudkan Makassar yang sombre dan smartcity dengan imunitas kuat untuk semua, jadi sangatlah jelas komitmen yang di buat oleh Pemerintah Kota Makassar.

“Melihat dari visi misi Kota Makassar sangatlah berkaitan dengan giat pada hari ini, masalah sanitasi adalah permasalahan yang harus Pemerintah selesaikan setiap tahunnya, dengan hadirnya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pengelolaan Air dan Limbah Daerah (PALD) diharapkan dapat mengatasi permasalahan sanitasi, yang dimana kalau berbicara sanitasi pasti akan bersangkutan dengan drainasenya, sampahnya, namun kali ini kita fokuskan air limbahnya”. Ujar Anshar

Baca Juga :  Dapat Support Dari Jo-Man, Ikhsan Nudjamil Optimis Menang di Pileg

Belum banyak daerah yang pengelolaan air limbahnya berbentuk BLUD sehingga USAID IUWASH PLUS menginisiasi untuk memberikan pemahaman tentang BLUD khususnya pada BLUD pengelolaan air limbah domestik.

Pada kesempatan hari ini juga Kota Bekasi menjadi salah satu Kota Percontohan pembelajaran pengolahan air limbah domestik dari dalam dan luar negeri karena UPTD PALD Kota Bekasi merupakan Instalasi Pengelola Air Limbah Domestik terbaik.

Dalam paparannya Kepala UPTD PALD Kota Bekasi, Andrea Sucipto menerangkan bahwasannya Kota Bekasi yang memiliki luas wilayah sekitar 210 km2 dengan kurang lebih 3 Juta jiwa memiliki 99% sanitasi yang layak dan 6,14% sanitasi aman.

Baca Juga :  Tarif 3 Ruas Tol Trans Jawa di Jawa Tengah Berlaku Mulai 21 Januari 2019

“Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik bahwa semua jenis air limbah domestik wajib dikelola oleh Pemerintah Daerah melalui operator yang ditunjuk yaitu UPTD PALD” ujar Andrea.

“Terciptanya BLUD PALD Kota Bekasi memiliki target penurunan jumlah pemberian subsidi APBD dari Pemerintah hingga 2025 sebesar 30% dari sebelumnya 75% dan peningkatan dalam jumlah pendapatan dari 25% menjadi 70%, perubahan yang signifikan tersebut merupakan tren positif bagi Pemerintah Kota Bekasi bahwasanya BLUD PALD Kota Bekasi dapat menghemat APBD Kota Bekasi”. Tutupnya

Terakhir, hal utama yang harus diperhatikan adalah bagaimana operator dapat menjalankan amanah peraturan daerah dengan mengelola air limbah domestik secara keseluruhan dengan fleksibilitas dalam rangka percepatan pencapaian akses pengelolaan yang berkelanjutan dan mandiri.

(red)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Tanggapi Aspirasi Pegawai, Perumda Tirta Bhagasasi Pastikan Layanan Air Tetap Normal
1.564 Anggota BPD Dilantik, Asep Surya Atmaja Tegaskan Netralitas dan Kolaborasi Desa
Asep Sebut SK Anggaran Pilkades Sudah Ditandatangani, Pemkab Bekasi Siapkan Rp59 Miliar
Tri Adhianto Tinjau Relokasi Pedagang Pasar Baru, Pemkot Siapkan Kanopi dan Eskalator
Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri
BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Enam Hari Aniaya dan Sekap Kekasih, Pria di Bekasi Ditangkap Saat Kabur ke Matraman

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:30 WIB

1.564 Anggota BPD Dilantik, Asep Surya Atmaja Tegaskan Netralitas dan Kolaborasi Desa

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:33 WIB

Asep Sebut SK Anggaran Pilkades Sudah Ditandatangani, Pemkab Bekasi Siapkan Rp59 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:45 WIB

Tri Adhianto Tinjau Relokasi Pedagang Pasar Baru, Pemkot Siapkan Kanopi dan Eskalator

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri

Berita Terbaru

Tampak gedung XLSMART Tower di Jakarta. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk resmi ditetapkan sebagai salah satu pemenang seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026, yang akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan 4G, mempercepat pengembangan 5G, serta meningkatkan kualitas konektivitas digital di Indonesia. Foto: Dok. XLSMART.

Bisnis

XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Kamis, 23 Jul 2026 - 07:03 WIB