Demi Bertahan Hidup, Kakek ini Berjualan Batu Akik dan Servis Jam

- Redaksi

Minggu, 21 Januari 2018 - 14:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Di usia yang sudah senja, kulit sudah berkeriput, dan giginya ompong, raut wajah sang kakek masih terlihat semangat yang membara. Sosok warga Cipejeuh Wetan Blok Manis Kabupaten Cirebon ini masih sangat gigih dalam mencari nafkah untuk bertahan hidup.

Kusma, 71 tahun, mengais hidup dengan cara menjual jasa servis ganti batu jam tangan, dan juga menjual aneka macam batu akik lokal, serta kaca mata murahan bagi kalangan bawah.

Kakek yang sudah dua kali menikah ini, dua kali pula ditinggal mati oleh istrinya. Dia memiliki 6 orang anak dan 16 cucu yang sekarang tersebar di berbagai kota. Kini, sudah puluhan tahun dirinya berjualan di emperan di sekitaran Pasar Desa Lemahabang Kabuoaten Cirebon, dan mengaku tidak mau mengandalkan pemberian dari anak-anaknya yang sudah hijrah ke berbagai kota di pulau Jawa.

“Sudah puluhan tahun saya jualan ngemper, serta berkali-kali pindah terusir karena dianggap mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan. Sebenarnya saya diminta anak-anak supaya berhenti berjualan dan biaya hidup akan ditanggung. Tapi saya tidak mau pangkuan tangan saja,” jelasnya saat ditemui awak media, Minggu (21/1).

Baca Juga :  Dor! Polres Purwakarta Lumpuhkan Dua Bandit Jalanan

Saat ditemui di lapaknya, Kusma dengan ramah mengatakan bahwa di usianya yang kini senja dirinya tidak mau menggantungkan diri sama anak-anaknya. Karena, dirinya masih mampu berusaha sendiri dengan jalan membuka lapak servis dan menjual kerajinan batu akik yang kini sepi peminat.

“Alhamdulillah saya selalu mensyukuri baik-baik besar maupun kecil,” tuturnya.

Masih menurut Kusma, dalam mencari nafkah, dirinya tak mengenal hari libur. Jadi, dirinya selalu membuka lapak servis batu jam setiap hari demi sesuap nasi.

“Saya selalu membuka lapak dihari libur agar konsumen pelanggan setia tidak beralih ke tempat lain,” terangnya.

Baca Juga :  Seorang Nenek Tersesat

Diakuinya, sebagai pedagang emperan, dirinya harus rela berjualan di atas trotoar demi bertahan hidup walaupun trotoar merupakan hak pejalan kaki. Dia terpaksa karena untuk sewa ruko mahal, tidak sebanding dengan hasil jual jasa servis, di mana misalnya terbatas dan hasilnya tidak menentu.

“Rezeki tidak bisa ditebak. Terkadang jasa servis ganti batu jam sepi namun kita harus mensyukuri. Makanya saya selalu mengikatkan pinggang dan berhemat dalam pengeluaran setiap harinya,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
PrimeBiz Hotel Cikarang Gelar Bekasi Heritage Experience, Ajak Peserta Belajar Membatik
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terbaru