Dedi Mulyadi Ingin Anggaran Jabar Tidak Boros Karena Terlalu Banyak Kegiatan Seremoni

- Redaksi

Rabu, 5 Februari 2025 - 15:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Jabar – Masih konsen dalam perombakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Gubernur Terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menyoroti alokasi APBD yang dirasa ada pemborosan.

KDM ingin mengalihkan anggaran ke hal yang lebih bermanfaat untuk masyarakat dibanding hanya kegiatan seremonial sesaat. Ia menyoroti acara seremoni yang seringkali diadakan di hotel-hotel dengan anggaran yang cukup besar.

KDM sendiri ingin kegiatan yang sifatnya seremoni digelar dengan sederhana, termasuk memanfaatkan Zoom Meeting untuk menggelar pertemuan secara virtual.

“Begini kan kita sudah teknologi digital, kita sudah punya Zoom meeting, kalau sudah punya ngapain sering diundang dikumpulin kan, berarti stay di kantornya masing-masing, perintah tinggal dilaksanakan,” katanya, dikutip dari YouTube Channel Dedi Mulyadi, Selasa (4/2/2025).

Namun untuk sesekali KDM juga masih mengijinkan untuk mengadakan seremoni, menurutnya orang Indonesia senang berkumpul sebagai jalan tengah dirinya mewanti-wanti agar tidak menelan biaya yang besar.

Baca Juga :  Pangkas Birokrasi Perizinan, Cara Pemkot Cirebon Buka Pintu Investasi

“Tapi sekali-kali boleh pak karena manusia Indonesia ini adalah manusia berkumpul, Indonesia itu kalau enggak kumpul begini enggak asik tapi enggak apa-apa tapi jangan menimbulkan biaya,” tuturnya.

Disamping itu KDM juga menyebut banyak berbagai kajian yang dirasa hanya sekedar formalitas. Ia ingin kajian tersebut berfokus pada sesuatu hal yang produktif.

Disebut KDM, kebiasaan pemerintah saat membuat kajian hanya sekedar pembahasan tapi tidak menghasilkan sebuah produk, ia berharap kedepan termasuk para lulusan S1,S2, dan S3 dalam pembuatan karya ilmiahnya bisa juga diimplemantasikan bagi kebermanfaat banyak orang.

Baca Juga :  BPBD Kabupaten Bekasi Aktifkan Posko dan Evakuasi Ribuan Warga Terdampak Banjir

“Sekarang harusnya sudah mulai mengarah produknya aja bukan hanya karya tulis tetapi karya tulis tuh melahirkan sesuatu yang bisa dinikmati juga dimplementasikan,” ucapnya.

“Artinya kajian yang dibuat oleh teman-teman perangkat daerah itu dibuat disusun untuk kemudian apa yang menjadi kebutuhan, pastikan saja prioritas 5 tahun kedepan apa kebutuhan-kebutuhan dasarnya,” sambungnya. (*)

Penulis : Aldi Salman

Editor : Abdul Aziz

Sumber Berita: rakyatjabarnews.com

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Hadapi Persik, PERSIB Dapat Kabar Baik soal Beckham dan Gakuto
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Jelang Hadapi Persik, PERSIB Dapat Kabar Baik soal Beckham dan Gakuto

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Berita Terbaru