oleh

Cegah Kebakaran Lahan di Ciremai, BTNGC dan Warga Gotong Royong Membuat Sekat Bakar

RJN, Kuningan – Sebagai upaya antisipasi dan upaya pencegahan kebakaran lahan di kawasan Gunung Ciremai, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kabupaten Kuningan bersama warga melakukan pembuatan sekat bakar.

BTNGC bersama anggota masyarakat peduli api, menyisir Blok Batu Kuda Desa Padabeunghar Kecamatan Pasawahan Kuningan untuk membuat sekar bakar sejauh beberapa kilometer.

Kepala Resort Perlindungan SPTN I Kuningan, Dadan menuturkan, sekat bakar dibuat untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan di kawasan Gunung Ciremai akibat mulai mengering. Sekat bakar yang dibuat petugas berukuran lebar sekitar 5 meter sepanjang 2,4 kilometer.

“Sekat bakar ini sebagai upaya pencegahan dini kebakaran hutan. Ini akan berfungsi sebagai pemutus api saat terjadi kebakaran sehingga tidak semakin meluas,” terangnya, Kamis (4/7/2019).

Dia menyebut, sekar bakar juga dibuat di sejumlah titik lain yang berpotensi dan masuk dalam zona rawan kebakaran. Walau demikian, Ia berharap agar musibah kebakaran hutan tidak kembali terjadi di Gunung Ciremai.

“Kami berharap kebakaran hutan tidak terjadi tahun ini. Namun untuk berjaga-jaga, pembuatan sekat bakar ini sangat diperlukan,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa kawasan TNGC yang masuk dalam zona rawan kebakaran paling besar berada di wilayah Utara dan sebagian di Timur Gunung Ciremai. Kawasan yang rawan tersebut diantaranya berada di daerah Lambosir, Seda, hingga Padabeunghar

“Kami juga berperan aktif untuk mensosialisasikan kepada warga masyarakat di kawasan Gunung Ciremai, agar dapat menjaga hutan dari bahaya kebakaran,” katanya.

Pihaknya mengajak, agar warga masyarakat bersama-sama menjaga hutan Ciremai dari kebakaran hutan. Disamping itu meminta partisipasi masyarakat untuk ikut serta memadamkan api jika kebakaran benar-benar terjadi.

“Tak hanya itu, kami mengajak para pengelola wisata alam di kawasan Gunung Ciremai dan masyarakatnya untuk ikut serta menjaga Ciremai dari kebakaran. Jadi di setiap desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TNGC sudah terbentuk masyarakat peduli api, yang selalu siaga dan siap dikerahkan jika terjadi kebakaran hutan,” tutupnya. 

(dri/rjn)

Komentar

News Feed