BPN Anggap Serangan Jokowi dalam Debat Pilpres 2019 Melaggar Etika

- Redaksi

Senin, 18 Februari 2019 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Debat Kedua: Joko Widodo dan Prabowo Subianto saling salam dan berpelukan usai debat capres yang kedua

i

Debat Kedua: Joko Widodo dan Prabowo Subianto saling salam dan berpelukan usai debat capres yang kedua

RJN, Jakarta – Dalam dua kali penyelenggaraan debat Pilpres 2019, calon presiden Joko Widodo diduga tampil menyerang rivalnya, Prabowo. Pada debat pertama, Jokowi mempertanyakan banyaknya caleg Gerindra yang merupakan eks koruptor. Pada debat kedua, Jokowi menyinggung kepemilikan lahan Prabowo di Aceh dan Kalimantan.

Menanggapi hal itu, Direktur Materi dan Debat Capres Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Sudirman Said menyebut bahwa yang dilakukan Jokowi dalam debat keluar dari etika seorang pemimpin.

Menurut dia, pertanyaan tersebut seolah mencitrakan Prabowo pemilik lahan itu, padahal Prabowo hanya mengelola lahan berstatus Hak Guna Usaha.

Baca Juga :  Debat Pilpres 2019 Ronde 2, Kedua Kubu Komentari Unicorn dan Tanah

“Ini menyesatkan, lagi pula kenapa hal yang tidak ada hubungannya dengan debat ditanyakan oleh Pak Jokowi,” kata Sudirman Said saat menjadi pembicara dalam Pojok Juru Bicara yang digelar di Media Centre Prabowo-Sandiaga Uno di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin malam (18/2/2019).

Dia mengingatkan aturan KPU yang melarang pertanyaan yang menyinggung ranah pribadi dalam debat. Oleh karena itu, dia menyarankan Jokowi tak melakukan pelanggaran serupa di debat selanjutnya.

Baca Juga :  DPRD Kota Bekasi Gelar Sidang Paripurna Penetapan Pemberhentian Wali Kota Bekasi

“Ini seolah ketaatan pada aturan dan ini very basic karena sudah diatur oleh KPU. Kalau pemimpin sudah tidak taat aturan, kita bagaimana?” ucap dia.

Sudirman juga mencermati kesalahan data yang disampaikan petahana pada debat kedua. Dia mencontohkan, konflik agraria yang diklaim tak ada tapi angkanya justru cukup tinggi.

Dia menyebut, saat ini msayarakat dapat dengan mudah memantau rekam jejak setiap pejabat publik atas kinerja maupun pernyataan yang disampaikan.

“Jika beberapa tahun lalu seseorang dapat dengan mudah memperdaya pihak lain dengan data yang tidak benar, pada era digital saat ini sudah tidak bisa lagi. Saya bisa sampaikan bahwa kredibilitas dari apa yang disampaikan petahana makin hari makin menurun dan ini bukan tren yang bisa dibendung karena tren ini dari masyarakat,” ucap dia.

Baca Juga :  Mahasiswa PMII Geruduk Dishub, Temukan Fakta Baru Soal Halte Sultan

Di sisi lain, Sudirman Said menyimpan optimisme untuk Prabowo yang pada debat kedua mampu menyita perhatian publik.

“Semalam kami menyenangkan hati masyarakat. Mengapa? Karena ada kecenderungan mempertanyakan segala yang datang dari petahana,” ucap dia.(dan/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional
Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis
Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik, Status Tersangka FA Tetap Berlaku
Kortastipidkor Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi dan TPPU, Kasus Asabri Berlanjut ke Kejagung
Geely Gandeng BCA, Siapkan Pembiayaan Diler dan Target 80 Jaringan Resmi di Indonesia
Kia Seltos Makin Tak Terbendung! Terjual 175 Ribu Unit, SUV Premium Ini Jadi Buruan Konsumen Global
Tren SUV Boxy Meledak, iCAR V23 Andalkan Desain Ikonik dan Efisiensi Kendaraan Listrik
JAMWAS Laporkan Dugaan Korupsi Kabupaten Bekasi ke Dewas KPK, Henry Lincoln Kembali Disorot

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:06 WIB

Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:34 WIB

Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:56 WIB

Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik, Status Tersangka FA Tetap Berlaku

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:37 WIB

Kortastipidkor Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi dan TPPU, Kasus Asabri Berlanjut ke Kejagung

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:31 WIB

Geely Gandeng BCA, Siapkan Pembiayaan Diler dan Target 80 Jaringan Resmi di Indonesia

Berita Terbaru

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bodin, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Pemerintahan

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:48 WIB

Kepala Desa Burangkeng Nemin Bin H. Sain.

Pilkades

Kades Burangkeng Minta Perda Desa Tak Tergesa-gesa

Kamis, 16 Jul 2026 - 19:41 WIB

Kerjasama Hubungi Kami