Anggota Komisi II Sebut Perumda Pasar Aneh

- Redaksi

Kamis, 18 Januari 2018 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Pembangunan Pasar Darurat dan Pasar Kanoman tidak akan berjalan lancar sesuai rencana. Apalagi, Pihak Sultan Saladin menganggap perizinan pembangunan oleh PT Inti Utama Raya tidak sah. Pasalnya, belum pernah membuat perjanjian dengan siapapun soal sewa menyewa lahan, ditambah dengan sikap bulat dari pedagang yang memiliki rumah toko (Ruko) di sepanjang jalan Winaon, Kanoman, Pecinan, dan Lemahwungkuk yang menolak keras pembangunan pasar darurat disana. Atas hal itu anggota Komisi II menganggap aneh sikap Perumda Pasar yang menggampangkan persoalan yang ada.

Atas hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya mengatakan  sejak awal pihaknya sudah meminta agar komunikasi antara Perumda Pasar, PT Inti Utama Raya dan KeratonKanoman berjalan dengan baik dan lancar. Namun, kata dia, masalah untuk pembangunan Pasar Kanoman tidak mungkin terjadi, jika komunikasi sejak awal berjalan baik. Apalagi, kata dia, komunikasi bisa menjangkau semua pihak bukan hanya beberapa orang saja.

Baca Juga :  RW 6 Kelud Asih Gelar Rapat Laporan Keuangan

“Kalau keadaan seperti ini, ya komunikasi gak jalan. Jangan ada yang ditutupi kasihan pedagang yang resah atas keterlambatan pembangunan pasar kanoman,” Kata Imam kepada RakyatJabarNews.com, Kamis (18/1).

Imam menyayangkan sikap Perumda Pasar yang secara sepihak menentukan permasalahan pembangunan pasar kanoman telah selesai. Imam menyarankan, agar semua pihak baik itu perumda pasar, PT Inti, dan Keraton (Sultan Saladin dan Sultan Emirudin) berbicara secara terbuka. Namun, lanjut dia, Perumda Pasar jangan masuk ke ranah keraton dimana biarkan mereka menyelesaikan permasalahannya.

“Kok Perumda bisa secara sepihak mengatakan selesai masalahnya, kan aneh. Sekarang aja masih bergejolak,” ujarnya.

Masih kata Imam, hari Senin tanggal 22 Januari 2018 mendatang Komisi I dan Komisi II akan bersama-sama menggelar rapat dengan pedagang, perumda dan keraton sehingga permasalahan yang ada bisa selesai. Pihaknya tidak ingin  mencampuri urusan keraton. Namun, lanjut dia, pihaknya meminta semua pihak diajak bicara, sehingga peran aktif antara pt inti dan perumda bisa terlihat untuk berkomunikasi dengan keraton.

Baca Juga :  580 Wartawan Se-Indonesia Ikuti Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017

“Ketiga pihak harus sinergi, selama masih pro kontra akan sulit menemui titik terangnya. Apalagi kalau sudah saling gugat. Makanya sebelum sampai ke sana selesai dulu, pedagang butuh kepastian usaha,” pungkasnya. (red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan
Longsor Maut, Tambang Ditutup!
Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan
Zona Longsor Diabaikan, 14 Orang Jadi Korban Tambang Gunung Kuda!
Korban Eks Perawat Didampingi Polisi dan Komnas Perlindungan Anak
Pemprov dan Pemkab Cirebon Kolaborasi Tangani Jalan Rusak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 16:00 WIB

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:46 WIB

Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:08 WIB

Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:00 WIB

Longsor Maut, Tambang Ditutup!

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:09 WIB

Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan

Berita Terbaru