Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi, Sukardi, Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, dan perwakilan BPS menghadiri High Level Meeting Lintas Kementerian bertajuk "Kolaborasi Strategis SE2026: Fondasi Data Industri Indonesia Masa Depan" yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian bersama Badan Pusat Statistik di Bandung, Rabu (22/7/2026).

i

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi, Sukardi, Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, dan perwakilan BPS menghadiri High Level Meeting Lintas Kementerian bertajuk "Kolaborasi Strategis SE2026: Fondasi Data Industri Indonesia Masa Depan" yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian bersama Badan Pusat Statistik di Bandung, Rabu (22/7/2026).

KABUPATEN BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Bappeda, Asisten Daerah (Asda) II, serta Kabag Perekonomian dan Prokopim, menghadiri kegiatan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Nuanza Hotel Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Asep menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 penting untuk melihat perkembangan dan kondisi perekonomian di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, data yang akurat diperlukan sebagai dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan sektor industri dan ketenagakerjaan.

“Kita lihat pertumbuhan ekonomi karena kebutuhan hidup layak itu harus terpenuhi. Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, dengan sekitar 7.600 pabrik yang tersebar di 11 kawasan industri. Karena itu, kita perlu melihat bagaimana kondisi ekonomi melalui sensus ini,” ujar Asep.

Asep juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Bekasi. Ia menyebut angka pengangguran di daerah tersebut mencapai 8,78 persen. Kondisi itu, kata dia, membutuhkan perhatian serius melalui penguatan pelatihan kerja dan pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.

“Kita membutuhkan Balai Latihan Kerja (BLK) dan vokasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja harus sinkron dengan kawasan industri. Apa yang dibutuhkan kawasan, itu yang harus kita siapkan. Setelah diketahui kebutuhannya, baru masyarakat dilatih dan diberikan pendidikan vokasi agar nantinya dapat ditempatkan bekerja,” katanya.

Baca Juga :  Kuliner Rasa Nusantara, Diskon Rasa Merdeka! Cuma di FOX LITE Majalaya!

Lebih lanjut, Asep mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mendorong kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja dan 11 kawasan industri. Langkah tersebut dinilai penting agar program pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.

“Kita akan mengundang 11 kawasan industri untuk berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja. Kita ingin mengetahui apa saja kebutuhan tenaga kerja di masing-masing kawasan. Jangan sampai kita membuka BLK untuk pelatihan menjahit, tetapi yang dibutuhkan industri justru bidang lain. Karena itu, kita harus berkolaborasi terlebih dahulu antara kawasan industri dan Dinas Tenaga Kerja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Bekasi Budidaya Lele, Hasilnya Bikin Kaget Wawali

Asep berharap sinergi antara pemerintah daerah, kawasan industri, dan lembaga pelatihan dapat memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, pelatihan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja secara lebih optimal.

“Harapannya, pelatihan dan pendidikan vokasi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan industri sehingga masyarakat Kabupaten Bekasi memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan peluang untuk mendapatkan pekerjaan menjadi lebih besar,” pungkasnya.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Berita Terbaru