Komisi III DPRD Evaluasi Serius BUMD PT Mitra Patriot

- Redaksi

Rabu, 14 Mei 2025 - 19:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim (doc: istimewa).

i

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim (doc: istimewa).

Bekasi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi melalui Komisi III menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot (PTMP), yang dinilai belum menunjukkan kontribusi optimal terhadap pembangunan daerah maupun pendapatan asli daerah (PAD).

Dalam waktu dekat, Komisi III akan menggelar rapat evaluasi menyeluruh terhadap PTMP. Namun, agenda tersebut menunggu penetapan direktur utama definitif, menyusul pengunduran diri Ucu Asmara Sandi dari jabatan tersebut.

Untuk sementara, posisi direktur utama diisi oleh Chondoro Wibhowo Mahartoyo Sukmo, Kepala Bagian Perekonomian di Sekretariat Daerah Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, menegaskan perlunya pembenahan fundamental dalam struktur dan arah kerja PTMP.

“Kita ingin ada penataan ulang terhadap fokus usaha mereka. Setelah ada pimpinan baru, kerja mereka harus lebih sistematis, dengan leading sektor yang jelas dan tanggung jawab yang terukur,” kata Arif, Rabu (14/5/2025), di Gedung DPRD Kota Bekasi.

Baca Juga :  Gempa Guncang Bekasi, BPBD Ingatkan Warga Tetap Tenang dan Gunakan Jalur Evakuasi Aman

Menurutnya, selama ini PTMP cenderung belum memiliki pembagian kerja yang fokus dan jelas antar sektor. Ini menghambat pencapaian target dan menimbulkan kesan bahwa BUMD tersebut berjalan tanpa arah strategis yang kuat.

Arif menyatakan, rapat evaluasi mendatang akan membedah satu per satu sektor usaha PTMP, termasuk membahas target kinerja yang realistis dan indikator keberhasilan di tiap bidang.

Ia menegaskan bahwa BUMD sebagai perpanjangan tangan Pemkot dalam kegiatan ekonomi seharusnya dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.

“Rapat nanti bukan hanya sekadar evaluasi tahunan. Ini akan jadi forum pembahasan strategis untuk menentukan arah baru PTMP ke depan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi III telah melakukan rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dengan seluruh BUMD mitra Pemkot Bekasi. Dalam forum itu, PTMP menjadi salah satu BUMD yang disorot karena kinerjanya yang belum sesuai ekspektasi.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Berharap Masalah Guru Honorer Cepat Selesai

“Banyak potensi yang belum tergarap maksimal. Padahal, jika dikelola dengan baik, PTMP bisa menjadi sumber pendapatan alternatif yang signifikan bagi Kota Bekasi,” ujar Arif.

Delapan Sektor Usaha, Tapi Minim Kontribusi sebagai BUMD, PT Mitra Patriot memiliki mandat besar: mengelola delapan sektor usaha strategis, yaitu:

  1. Transportasi
  2. Pengolahan limbah padat dan cair
  3. Pengelolaan parkir
  4. Reklame
  5. Percetakan
  6. Konstruksi
  7. Telekomunikasi
  8. Perdagangan umum

Dengan cakupan usaha seluas itu, seharusnya PTMP bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan membantu meringankan beban anggaran daerah melalui peningkatan PAD. Namun sejauh ini, kontribusi PTMP masih tergolong minim.

Komisi III berharap, setelah direktur utama definitif dilantik, PTMP bisa segera berbenah. Pembenahan ini meliputi struktur organisasi, efisiensi operasional, serta pembaruan strategi bisnis sesuai dinamika dan kebutuhan Kota Bekasi saat ini.

Baca Juga :  Liburan Singkat, Sensasi Maksimal-Rahasia Seru di FOX Lite Cikarang

Pemkot Diminta Lebih Selektif dalam Rekrutmen Pimpinan BUMD

Arif juga mengingatkan Pemkot Bekasi untuk lebih selektif dan transparan dalam proses rekrutmen pimpinan BUMD. Ia menyebutkan bahwa pemilihan direktur utama harus mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi profesional, serta visi bisnis yang kuat.

“PTMP membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya memahami birokrasi, tetapi juga punya naluri bisnis dan kemampuan manajerial. Ini penting jika kita ingin menjadikan BUMD sebagai lokomotif ekonomi lokal,” ujarnya.

Komisi III berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan memastikan PTMP dapat bekerja sesuai dengan fungsi dan mandatnya. Evaluasi bukan semata kritik, melainkan langkah konstruktif demi memastikan bahwa dana publik dan aset daerah dikelola secara optimal. (adv)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih
Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani
Wayang Ajen Meriahkan Pembukaan PNBK Jilid III di Plaza Patriot Bekasi
BPBD Kabupaten Bekasi Kirim 20 Ton Bantuan ke NTT
DLH Kota Bekasi Susur Kali Bekasi, Tak Temukan Pipa Limbah Industri

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Wayang Ajen Meriahkan Pembukaan PNBK Jilid III di Plaza Patriot Bekasi

Berita Terbaru

RSD Gunung Jati Kota Cirebon genap berusia 105 tahun. Wali Kota Effendi Edo mendorong penguatan layanan dan transformasi rumah sakit sebagai rujukan utama Ciayumajakuning.

Cirebon

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 Sep 2026 - 06:44 WIB