Pemda Provinsi Jabar Turunkan Angka Stunting di Bawah 20 Persen

- Redaksi

Rabu, 8 Januari 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi stunting pada anak (Photo: freepik)

i

Ilustrasi stunting pada anak (Photo: freepik)

Bandung – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berhasil menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan, yang semula 21,7 persen sekarang turun di bawah 20 persen.

Hal itu dikatakan Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin sesuai Rapat Pimpinan, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (7/1/2025).

“Dibandingkan tahun lalu, hasilnya sangat signifikan turun nya. Bocoran nya, kurang lebih di bawah 20 persen, tahun lalu 21,7 persen, sekarang di bawah 20 persen,” kata Bey

Baca Juga :  DPC PDIP Kabupaten Bekasi Peduli Korban Banjir

Terkait hal lain nya, Bey mengatakan saat ini angka pasti penurunan stunting itu belum bisa dipublikasikan. “Kami belum diperbolehkan mempublikasikan angka pastinya,” katanya

Ia menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil pendampingan yang dilakukan secara intensif kepada tim survei di berbagai daerah.

Baca Juga :  Walikota Virtual Video Mengenai Program Sekolah Penggerak Dikota Bekasi

Pendampingan itu mencakup pengukuran dan pencatatan yang akurat, dengan mengadopsi pengalaman Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman saat bertugas di Kabupaten Sumedang.

“Semua daerah sudah mendapat pendampingan, termasuk melibatkan mahasiswa KKN. Cara pengukuran dan pencatatan datanya betul-betul didampingi,” tuturnya

Meski sudah berhasil menurunkan angka stunting, Bey mengatakan Pemda Provinsi Jawa Barat tetap menargetkan penurunan angka stunting dengan komitmen shadow target yang ditetapkan tahun 2025 yakni mencapai 14 persen.

Baca Juga :  Modernisasi Pemilu: KPU Bekasi Gelar FGD Bahas E-Voting dan Infrastruktur Digital

“Mudah-mudahan tercapai dengan doa dan kerja keras bersama,”kata Bey.

Upaya penurunan prevalensi stunting menjadi prioritas Pemda Provinsi Jawa Barat, mengedepankan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak yakni masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri
BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa
Pramono Tegaskan Komitmen Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak
Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi
Pemkab Bekasi Dorong Penguatan Koperasi pada Peringatan Harkopnas ke-79
Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur
Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:01 WIB

BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa

Senin, 20 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pramono Tegaskan Komitmen Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Senin, 20 Juli 2026 - 16:53 WIB

Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:07 WIB

Pemkab Bekasi Dorong Penguatan Koperasi pada Peringatan Harkopnas ke-79

Berita Terbaru