Menuai Pro dan Kontra Larangan Mudik 2021

- Redaksi

Selasa, 13 April 2021 - 23:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Larangan mudik oleh pemerintah bagi masyarakat di ibu kota menuai pro dan kontra.

Mereka ada yang kurang setuju dan setuju larangan tersebut kembali diterapkan di tahun kedua masa pandemi Covid-19.

Seperti diungkapkan Teddy warga Desa Kedawung Kabupaten Cirebon, dirinya kurang setuju pemberlakuan larangan mudik diterapkan kembali, karena secara langsung tidak bisa bertemu sanak sodara secara langsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya kurang setuju saja mudik itu kembali dilarang, yang terpenting menerapkan protokol kesehatan bisa menjadi solusi mencegah penyebaran Covid-19,” katanya, Senin (12/4/2021) kemarin.

Baca Juga :  Owner Restoran Sangkara Garden Diduga Tipu Supplier sebesar 41 Juta

Ia menambahkan, memang silaturahmi bisa dilakukan via telpon, namun kurang nyaman karena yang nyaman itu bertemu secara langsung dan berkumpul bukan via telpon.

“Saya ada saudara di Jakarta itu kakak dia di daerah Tanggerang, tahun kemarin saat lebaran tidak kumpul bersama di Cirebon, masa sekarang tidak kumpul lagi,” ungkapnya dengan nada kesal.

Berbeda dengan Aklan warga Kecamatan Tengahtani, dirinya memiliki sanak saudara yang merantau di daerah Bekasi, Aklan sendiri mendukung program pemerintah terkait larangan mudik lebaran tahun ini.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Larang ASN Mudik Idulfitri 2021

Secara pribadi Aklan mengerti memang situasi sekarang masih dalam situasi pandemi Covid-19, yang memang masih harus mengedepankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, salah satunya tidak bertemu terlebih dahulu.

“Pemerintah memiliki aturan yang memang perlu untuk diikuti, terlebih di daerah itu berbedea-beda status zonanya, sehingga khawatir akan menambah jumlah kasus Covid-19 yang ada di daerah bilamana dilakukan mudik,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Kota Bekasi Menerima Kunjungan Kerja DPRD Kab/Kota Pesisir Selatan

Pemerintah resmi melarang mudik lebaran di tahun 2021. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Penanganan Satgas Penanganan Covid-19 No.13 Tahun 2021, tentang Peniadaan Mudik tentang Peniadaan Mudik pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H selama 6-17 Mei 2021.

Melalui surat edaran ini pemerintah tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini demi mencegah penularan virus corona Covid-19. Larangan ini diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut, dan juga udara.

(red)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN

Berita Terbaru