Tragis, Begini Nasib Petambak Garam di Cirebon

- Redaksi

Jumat, 5 Juli 2019 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon – Sungguh tragis nasib petani atau petambak garam di Cirebon. Ribuan ton garam hasil panen tahun lalu justru tidak laku dijual. Musim panen tahun ini pun kondisinya tak jauh beda.

Petambak garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon kembali mengalami nasib yang sama. Walaupun laku dijual harganya turun drastis.

Salah satu petambak garam desa setempat Toto (38) mengatakan, sejak musim hujan tiba pada akhir tahun 2018 lalu, harga garam menurun drastis yang semula di gudang penyimpanan seharga Rp1.000/kg kini hanya Rp500/kg.

Baca Juga :  Sekcam Tati Hartati Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Bekasi Selatan

“Turunnya bertahap dari Rp800/kg sampai harga terendah Rp500/kg. Itupun tidak banyak peminat, hingga puluhan ton garam milik tengkulak maupun petambak menumpuk di gudang penyimpanan,” katanya, Kamis (4/7/2019).

Ia memprediksi, ribuan ton garam tidak laku dijual masih mangkrak di gudang. Terlebih, dalam waktu dekat petambak akan memanen hasil garam tahun ini.

“Satu orang saja menyimpan 20 hingga 50 ton garam, dan milik penimbang mencapai ratusan ton. Sok yang lama saja masih banyak, sekarang sudah mau panen lagi. Kami bingung mau dijual kemana garam ini, tengkulak sudah tidak mau membeli garam kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Koramil Harjamukti Dampingi Petani Jagung Tingkatkan Produktivitas

Hal serupa dialami oleh Warpin (46 tahun) ia mengaku, hasil panen garam tahun lalu yang disimpan di gudangnya mencapai 30 ton. Namun sampai sekarang belum terjual dan kini ia sudah mulai memanen garam yang baru.

“Sejak tiga bulanan lalu saya selalu menawarkan garam ke penimbang, tapi sampai sekarang garam saya tidak juga dibeli. Susah sekali menjualnya, garam tidak laku,” katanya.

Baca Juga :  Peringati HKN, Dinkes Prioritaskan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Meski demikian, ia dan para petambak garam lainnya, tetap mengolah tambak garam mereka untuk bisa menghasilkan garam. Mereka juga berharap agar ada standarisasi harga garam, karena selama ini harga garam selalu disetir para tengkulak.

“kita mau gimana lagi dengan mengingat kondisinya seperti. Karena kita kan mencari nafkahnya dari sini, membuat garam, jadi biarpun harganya murah ya kita tetap menggarap garam,” katanya. (uan/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:46 WIB

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berbincang dengan salah satu siswa SMPN 54 Kota Bekasi dalam kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian 300 kacamata, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut digelar Pemkot Bekasi bersama IROPIN untuk mendukung kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pemerintahan

Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:51 WIB