Jumhana Lutfi: Sampah Di Kota Bekasi Bisa Mencapai 1.700 Ton Perhari

- Redaksi

Senin, 17 September 2018 - 14:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Bekasi -.Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, mengklaim pihaknya berhasil mengurangi tindakan mencemari lingkungan setempat. Salah salah satunya dengan mengintervensi titik-titik yang sering dijadikan lahan pembuangan sampah yang liar.

Awalnya, dilaporkan titik pembuangan sampah liar yang tersebar di Kota Bekasi sebanyak 120 titik. Lambat laun lewat sosialisasi dan tindakan yang konkret mengurangi titik-titik tersebut sehingga tinggal 32 titik.

“Sekarang sudah mulai berkurang dari laporan itu ada sekitar 32 titik. 32 itu juga yang sudah akut yang sekarang harus ada pengolahan lahannya, semacam di daerah Pondok Gede,” kata Lutfi, Senin (17/9/2018).

Kata Lutfi, persoalan sampah memang jadi momok semua orang. Di Kota Bekasi, produksi sampah mencapai 1.700 ton per hari. Total produksi tersebut tidak sebanding dengan daya tampung TPA Sumur Batu seluas 3,5 hektare dengan daya tampung per hari maksimal 650 ton.

Lutfi mengatakan, untuk mengurangi produksi sampah, maka pihaknya menggiatkan sejumlah program, salah satunya bank sampah yang menerapkan prinsip Reuse, Reduce, dan Recycle (3R).

Baca Juga :  Setelah Akreditasi, Puskesmas DTP Kamarang punya Program Inovasi

Menurut dia, pemberdayaan bank sampah mampu mengurangi produksi sampah dari hulu ke hilir. Saat ini total bank sampah yang tersebar di Kota Bekasi mencapai 1.030 unit. Meskipun semuanya belum mandiri, bank sampah mampu mengintervensi tindakan buang sampah sembarangan.

“Bank sampah itu program klinik perubahan, tujuannya bagaimana agar mindset masyarakat yang tadinya membuang sampah begitu saja bisa terkelola dengan baik. Dari mulai pengolahan, ada edukasi juga disitu, jadi katakanlah sampah itu bisa diurai dan lain sebagainya,” katanya.

Baca Juga :  PT Jasamarga Pandaan Malang Selenggarakan RUPST Tahun Buku 2023

Dengan adanya bank sampah, masyarakat memiliki timbal balik positif. Selain lebih sadar akan lingkungan, masyakarat yang memanfaatkan pembuangan sampah lewat bank sampah mendapatkan uang.

“Feedback program bank sampah masyarakat dapat dana nantinya. Jadi mereka seperti menjual dari menukar sampah itu, jadi berat sampah yang mereka tukar dikonversi jadi sesuatu yang bernilai,” pungkasnya.(ant//RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 19:24 WIB

Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:20 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Berita Terbaru