oleh

Setelah Akreditasi, Puskesmas DTP Kamarang punya Program Inovasi

RJN, Cirebon – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) DTP Kamarang yang terletak diujung wilayah selatan Kabupaten Cirebon kini mengalami perubahan drastis dalam pelayanan maupun sarana prasarana penunjang lainnya.

Selidik punya selidik ternyata Puskesmas ini telah kedatangan Tim penilai Akreditasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ditemui diruang kantornya, dr. Hj. Eli Toyibah menjelaskan jika Puskesmas yang dipimpinnya baru saja menyelesaikan tahapan penilaian kelengkapan administrasi, pelayanan dan prasarana dari Tim Akreditasi Kementrian Kesehatan RI.

“Puskesmas kami baru saja melaksanakan akreditasi,”ungkapnya kepada rakyatjabarnews.com, Jumat (19/10/2018)
Hajah Eli menambahkan dirinya merupakan orang baru dilingkungan Puskesmas Kamarang yang hanya berselang kurang dari satu pekan harus melaksanakan Akreditasi yang telah dijadwalkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

“Alhamdulillah walaupun dalam masa transisi berkat kerja keras dari seluruh tim, kami telah berhasil melakasanakan tahapan demi tahapan dalam penilaian Akreditasi.”

Masih menurut Hajah Eli sebagai Kapala Puskesmas yang baru tentu akan berusaha memperbaiki yang dirasa masih kurang, selain itu Puskesmas yang dipimpinnya juga memiliki program inovasi JANGKAR EMAS (Jaringan kamarang edukasi mencari sasaran ) adalah kegiatan kunjungan rumah, dengan membawa instrumen.

“Selain menjalankan program program dari Dinas Kesehatan, kami juga memiliki program inovasi Jangkar Emas yang baru diLaunching pads 29 agustus lalu yang meliputi rendahnya cakupan 5 program yaitu Kia, Gizi, Promkes, Kesling dan TB paru.”

Kami melibatkan kader posyandu dalam mamantau permasalahan kesehatan masyarakat, karena ke 5 program di atas berada di wilayah posyandu, kader melaporkan kepada Bidan Desa bisa melalui watsapp atau tatap muka langsung.

“Proses pelaksanaan Jangkar Emas setelah mendapatkan informasi dari kader, maka Bidan Desa menindak lanjutinya dengan cara kunjungan ke rumah, sedangkan kader hanya mendampingi saja karena yang mengisi instrumen adalah petugas kesehatan,” tutupnya.(ymd/rjn)

Komentar

News Feed