RakyatJabarNews.com, Cirebon – Puluhan anggota kepolisian dari Densus 88 Anti Teror (AT) Mabes Polri melakukan penangkapan terduga teroris di depan sebuah minimarket di Jl. Ciremai Raya, Perumnas Kota Cirebon, Selasa (10/7) malam. Akibatnya, suasana menjadi ramai karena orang-orang ingin melihatnya.
Sukron, tukang parkir yang saat itu berjaga di lokasi, mengaku melihat proses penangkapan tersebut. Menurutnya, saat itu polisi yang datang tiba-tiba meringkus dua orang yang diketahui bukan warga sekitar.
“Yang saya tahu ada dua yang diamankan. Apakah pelaku satu atau dua, saya kurang paham. Tapi setahu saya saat itu yang dibawa oleh polisi ada dua orang,” ujar Sukron saat ditemui di lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Awalnya Sukron mengira kalau penangkapan tersebut terkait narkoba. Namun, ada polisi yang mengatakan kalau itu penangkapan teroris. Warga pun banyak yang berhenti, tapi dilarang mengambil gambar.
Terduga teroris tersebut, diketahui berinisial SY (43), warga Jl. Kanggraksan, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti Kabupaten Cirebon. Si terduga, disinyalir akan melakukan penyerangan ke Mako Brimob, Depok.
Menurut Ketua RW 18 Tampomas Mekar Asih, Larangan, Harjamukti, Kota Cirebon, Sartono mengungkapkan terduga teroris tersebut ditangkap tidak jauh dari kediaman sudaranya yang merupakan ketua RT 04.
“Kurang lebih sekitar sekitar lima meter dari rumah saudaranya, terduga disergap polisi,” ungkapnya, Rabu (11/7).
Sebulan terakhir ini SY sudah tinggal di rumah kakak iparnya. Sehari-hari SY bekerja sebagai tukang pembuat stempel di Jl. Evakuasi.
Diketahui juga jika terduga tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar, sehari-hari berprofesi sebagai pembuat stempel atau plat nomor di sekitar jalan Bypass Kota Cirebon.
“Tertutup, keluar pagi jelang subuh balik lagi jam sembilan malam,” pungkasnya.(Juf/RJN)









