2,5 Jam Operasi, Lambung Warga Obesitas dari Karawang Ini Tinggal Sepertiganya

- Redaksi

Selasa, 19 Februari 2019 - 06:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Karawang – Tim Dokter RSUP dr Hasan Sadikin berhasil melakukan operasi pengecilan lambung (bariatrik) terhadap penderita obesitas asal Karawang, Sunarti (39), Senin pagi (18/2/2019).

Dalam waktu 2 jam 15 menit, dokter telah memotong lambung Sunarti menjadi 1/3 dari kapasitas normal. Sunarti pun kini harus menjalani masa pemulihan.

“Pukul 8 pagi operasi Ibu Sunarti. Kita memulai dengan pemeriksaan pra bedah sebelum dibius. Dokter spesialis THT periksa tenggorokan karena ada masalah dalam pernapasan pasien. Dan ternyata betul di sana terjadi penyempitan karena obesitas. Tapi hal itu tidak menghalangi operasi,” kata Dr. dr. reno budiman Sp.B-BKD, salah satu anggota tim dokter yang menangani Sunarti pada wartawan di RSHS usai operasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah pembiusan, kata dia, pihaknya melakukan pemeriksaan endoskopi untuk mepastikan kondisi lambung sebelum operasi. Di lambung Sunarti memang ada sedikit efek obat yang sering dikonsmusi Sunarti tapi aman untuk operasi.

“Kemudian lambung dipotong tinggal 1/3 bagian dari ukuran lambung sebelumnya. Alhamdulillah lancar. Kondisi Bu Sunarti pun stabil pasca bedah,” kata dia.

Baca Juga :  Tri Adhianto Apresiasi Penggerak Koperasi Tiga Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Penurunan berat badan

Sebelum dibedah,kata Reni, berat badan Sunarti sudah susut menjadi 136 kg dari sebelumnya yang mencapai 148 kg. Penurunan berat badan dilakukan dengan pengaturan makanan.

“Jadi sejak Bu Sunarti di rumah sakit hanya diberikan sesuai porsi berat badan normal yaitu 1.200 kalori. Kalau menurut perhitungan berat badan Bu Sunarti itu butuhnya 3.000 kal. Tapi  untuk persiapan operasi kita turunkan agar operasi tidak terlalu sulit,” ujar dia.

Setelah dioperasi. lanjut Reni, Sunarti masih harus mengonsumsi makanan cair  yaitu dengan meminum susu selama dua minggu. Susu itu diperlukan agar lambung cepat pulih dan sambungannya membaik. Setelah itu diberikan makanan padat.

“Operasi selanjutnya, setelah penurunan ini, karena lemak tubuh berkurang kulit pun nyusut ada gelambir. Biasanya setelah ideal sebaikanya operasi bedah plastik. Adapun ideal itu untuk tinggi badan pasien 155 cm  itu 60-65 kg,” ucap dia.

Reno menjelaskan, operasi pengecilan lambung untuk menurangi kapasitasnya sehingga jumlah makanan sangat berkurang dan selain itu sensor lapar ikut terbuang. “Jadi walaupun volume makanan sedikit tidak akan lapar. Hal itu diharapkan penurunan berat badan dengan cepat sehingga mencapai ideal,” kata dia.

Baca Juga :  Promo Akhir Tahun Diskon Hingga 50% untuk Produk XL Prepaid, AXIS, XL PRIORITAS, XL SATU, dan XL Axiata Business Solutions

Di sisi lain, Reno mengungkapkan efek negatif dari bariatrik yaitu pasien akan kurang vitamin karena serapan makanan berkurang. “Dianjurkan seumur hidup terus diberikan asupan vitamin. Insyaallah dengan penambahan supelem akan lebih baik,” ucap dia.

Sebelumnya, Sunarti (39),  warga asal Kabupaten Karawang yang menderita obesitas kini tengah ditangani oleh tim dokter RSUP dr Hasan Sadikin sejak Kamis 31 Januari 2019. Hingga Jumat siang 1 Februari 2019  Sunarti masih berada di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSHS untuk diobservasi.

Sunarti yang memiliki bobot 150 kg dengan tinggi 155 itu sempat menjalani sederet pemeriksaan seperti pemeriksaan jantung,  paru-paru dan sejumlah organ dalam di sana.  Hasilnya,  dokter menyatakan tidak ada kondisi yang darurat berdasarkan hasil pemeriksaan pertama tersebut. 

NOVIANTI NURULLIAH/BB

Penyebab obesitas beda dengan Arya

Sementara itu, berbeda dengan Arya bocah obesitas asal Karawang yang senang mengonsumsi minuman berpemanis, Yana menyebut penyebab kegemukan yang dialami Sunarti cukup unik. Sunarti gemuk dikarekan efek obat pereda nyeri yang menyebabkan nafsu makan meningkat. Dan pihaknya akan menghentikan penggunaan obat tersebut.

Baca Juga :  Bupati Kunjungi Keluarga Mahasiswa Asal Bekasi yang Terisolir di Wuhan

“Obat berefek pada kegemukan dia, akan kami stop,” kata  Yana Ahmad Supriatna, Plh Direktur Medik Keperawatan RSHS. 

Untuk diketahui, Sunarti mulai menggemuk selama dua tahun ke belakang. Sunarti yang menikah dua tahun yang lalu itu memiliki bobot 60 kg, selama dua tahun kemudian atau hingga saat ini penambahannya mencapai 90 kg.

Namun pihak dokter belum menggali persis soal obat, pasien membeli sendiri. “Informasi katanya sudah  lama mengonsumsi, sehingga kegemukan karena konsumsi obat. Obat nyeri sendi,” tutur dia.

Yana menegaskan, pihaknya saat ini hanya akan melakukan tindakan konservatif,  karena bukan penyakit akut. Pihaknya memperbaiki dulu  konsumsi Sunarti untuk menurunkan berat badan.

Dia menambahkan, Penyebab obesitas bisa gangguannya metabolisme.  Orang gemuk punya bakat. Jaringan lemak berlebihan di badan ditambah dengan kebiasaan yang tidak sehat. Jalan keluarnya yaitu diet seimbang,  jenis makanan, takaran, dan aktivitas.(ran/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Run for Change 2026 Targetkan 10 Ribu Pelari di Karawang
DLH Kota Bekasi Awasi Pengelolaan Air Limbah Restoran, Ambil Sampel di Kali Abang 2
Ruang Raya Karawang 2026 Siap Digelar, Dewa 19 hingga Kunto Aji Bakal Meriahkan Karawang
Ada Lomba Mancing, Warga Karawang Sekalian Bersihkan Sungai Cilamaran
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Bus rombongan AMPB dilempar batu di tol, aksi 27 Agustus ke DPR RI tetap jalan
Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

NasDem Run for Change 2026 Targetkan 10 Ribu Pelari di Karawang

Rabu, 23 September 2026 - 07:09 WIB

DLH Kota Bekasi Awasi Pengelolaan Air Limbah Restoran, Ambil Sampel di Kali Abang 2

Jumat, 11 September 2026 - 11:43 WIB

Ruang Raya Karawang 2026 Siap Digelar, Dewa 19 hingga Kunto Aji Bakal Meriahkan Karawang

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Ada Lomba Mancing, Warga Karawang Sekalian Bersihkan Sungai Cilamaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:03 WIB