Women20 Gelar Pertemuan ke-3 di Banjarmasi

- Redaksi

Jumat, 25 Maret 2022 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Chair W20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi, Deputi Kesetaraan Gender KPPPA RI, Lenny N. Rosalin, Co-Chair W20 Indonesia, Dian Siswarini, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sabirin Noor bersama istri pada pembukaan pertemuan ketiga W20 yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (23/3). Fokus utama dari pertemuan W20 Banjarmasin ini adalah bagaimana mengedepankan respon isu kesehatan perempuan guna mendorong proses pemulihan di berbagai sektor.

i

Foto : Chair W20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi, Deputi Kesetaraan Gender KPPPA RI, Lenny N. Rosalin, Co-Chair W20 Indonesia, Dian Siswarini, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sabirin Noor bersama istri pada pembukaan pertemuan ketiga W20 yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (23/3). Fokus utama dari pertemuan W20 Banjarmasin ini adalah bagaimana mengedepankan respon isu kesehatan perempuan guna mendorong proses pemulihan di berbagai sektor.

Meiwita Budiharsana juga memaparkan dampak pandemik COVID-19 adalah rumah bukan lagi tempat yang aman dirasakan perempuan (survey via telepon pada 866 perempuan oleh World Bank East Asia and Pacific Gender Innovation Lab (2020). Hampir setengah (43%) dari mereka merasa bahwa pandemi COVID-19 memperburuk rasa tidak aman di rumah.  Dan 46% mengatakan pandemi ini memperburuk rasa tidak aman di lingkungan sekitar, dalam 6 bulan sebelum survey di bulan Agustus 2020.  Jelas ini mencerminkan posisi tawar perempuan lebih rendah dari laki-laki yang diperkuat budaya setempat.  Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 juga memperkuat sikap ‘menerima’ perlakuan kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) pada sekitar 31% perempuan.

Baca Juga :  Swadaya Gunung Jati Resmikan Gedung Kampus II UGJ

Adalah tugas berat bagi para delegasi W20 untuk memastikan bahwa tema “Global Health Architecture” G20 mencerminkan kemauan politik (political will) untuk menambah ketersediaan faskes dengan layanan ANC di Indonesia Timur serta edukasi perempuan tentang hak-hak mereka untuk merubah sikap ‘nerima’ risiko KDRT. Keduanya merupakan syarat mutlak dalam pengendalian risiko kematian ibu. 

Baca Juga :  Tri Adhianto Giat Tanam Pohon

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
XLSMART Tancap Gas Awal 2026, Laba Melonjak 254 Persen dan 5G Makin Luas
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Festival Smartfren Tasikmalaya
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:31 WIB

XLSMART Tancap Gas Awal 2026, Laba Melonjak 254 Persen dan 5G Makin Luas

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terbaru