Meiwita Budiharsana juga memaparkan dampak pandemik COVID-19 adalah rumah bukan lagi tempat yang aman dirasakan perempuan (survey via telepon pada 866 perempuan oleh World Bank East Asia and Pacific Gender Innovation Lab (2020). Hampir setengah (43%) dari mereka merasa bahwa pandemi COVID-19 memperburuk rasa tidak aman di rumah. Dan 46% mengatakan pandemi ini memperburuk rasa tidak aman di lingkungan sekitar, dalam 6 bulan sebelum survey di bulan Agustus 2020. Jelas ini mencerminkan posisi tawar perempuan lebih rendah dari laki-laki yang diperkuat budaya setempat. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 juga memperkuat sikap ‘menerima’ perlakuan kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) pada sekitar 31% perempuan.
Adalah tugas berat bagi para delegasi W20 untuk memastikan bahwa tema “Global Health Architecture” G20 mencerminkan kemauan politik (political will) untuk menambah ketersediaan faskes dengan layanan ANC di Indonesia Timur serta edukasi perempuan tentang hak-hak mereka untuk merubah sikap ‘nerima’ risiko KDRT. Keduanya merupakan syarat mutlak dalam pengendalian risiko kematian ibu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Selanjutnya









