Wali Kota Bekasi Beberkan Kesediaannya Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19 di Kota Bekasi

- Redaksi

Jumat, 8 Januari 2021 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto: Rahmat Effendi Walikota Bekasi.

i

foto: Rahmat Effendi Walikota Bekasi.

RJN, Bekasi – Wali Kota Bekasi Dr H Rahmat Effendi menyatakan kesediaanya bila menjadi orang pertama di Kota Bekasi yang akan divaksinasi Covid-19, namun ia pun menaruh perhatian kepada tenaga kesehatan untuk terlebih dahulu diberikan vaksin karena mereka pahlawan yang setiap hari berhubungan dengan Pandemi Covid-19.

Hal ini ia katakan pada Rabu, 6 Januari 2021 saat sesi wawancara dengan awak media di Stadion Patriot Chandrabaga. Wawancara berdurasi 2 menit 32 detik itu, awak media menanyakan seputar ketersediaan vaksin, prioritas orang penerima vaksinasi, hingga kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Berikut isi wawancara lengkapnya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berapa kuota vaksin di Kota Bekasi?

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan Pemkot Bekasi mendapatkan kuota vaksin 11.983. Dipergunakan untuk tenaga kerja kesehatan (Nakes). Kalau nanti ternyata antara kuota dengan kuantiti yang ada dari nakes itu terpenuhi dan masih ada space, tentunya bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan vaksinasi yang akan kita tetapkan selanjutnya.

Baca Juga :  PWI Cirebon Sudah Seharusnya Menjadi 2, PWI Kota dan Kabupaten

Untuk warga sendiri berapa yang menerima?

Jawab: yang kita ajukan kan hampir 500 ribu, sementara kan baru diberikan oleh pemerintah itu, 11.983 itu sudah ada di provinsi Jawa Barat.

Kapan vaksin datang ke Kota Bekasi?

Jawab: ya, tinggal dari Dinas Kesehatan Jawa Barat kepada Kota Bekasi kapannya, karena vaksin itu butuh alat, vaksin itu butuh pelengkap lainnya, untuk bisa dipergunakan memvaksin tenaga atau layanan kesehatan yang ada.

Pemberian vaksin pertama di Kota Bekasi, diberikan kesiapa?

Baca Juga :  HDI dan Sekolah SPI Melawan Badai Krisis Ekonomi dengan Web Series Inspirational

Kalau ke saya juga boleh kapan saja boleh, tapi kan harusnya pemimpin itu belakangan, tidak mementingkan kepentingan, bahwa pemimpin harus divaksin dulu, sementara nakesnya belakangan.

Nah, tinggal melihatnya dari sisi mana. Kalau saya lihatnya, bukan jangan dianggap nanti takut. Yang penting dulu siapa yang berhubungan setiap hari dengan pandemi, berarti tenaga nakes.

Kalau saya ngambil jatah tenaga nakes satu untuk kepentingan saya, berarti saya sudah mengurangi siapa yang paling membutuhkan.

Jika warga tidak mau atau nakes yang tidak mau divaksin?

Jawab: kalau nakes harus divaksin kalau tidak mau resikonya akan tidak baik bagi diri sendiri maupun juga bagi orang lain.

Adakah sanksi, bila tidak mau divaksin?

Baca Juga :  Baru 68 Persen, Ketua DPRD : Bapenda Harus Jeli Sinkronkan Data-data

Jawab: Sanksinya tidak ada, cuma kan persuasif harus nakes yang tadi disampaikan, ya harus.

Tatap muka sekolah rencana kapan?

Jawab: tim, tatap muka dengan Kadepag, Disdik sedang membahas itu. Dan kementerian melarang itu.

Berarti Kota Bekasi tidak akan ada tatap muka?

Jawab: Insya Allah kita sedang mempertimbangkan, nanti kita sampaikan.

Kita ketahui, vaksinasi nasional Covid-19 2021 yang akan dilaksanakan dan diawali oleh Presiden RI Joko Widodo pada 13 Januari 2021 mendatang. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berharap dukungan setiap elemen masyarakat guna mensukseskan Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi. Dengan vaksinasi ini diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan melindungi Warga Indonesia. Vaksin Melindungi Diri dan Melindungi Negeri.

(ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Terungkap! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Dirancang Berbulan-bulan, Mantan Istri Diduga Jadi Dalang
Harlah Pancasila 2026, Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pancasila Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
Disdamkarmat Kabupaten Bekasi Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Kebakaran Gudang Limbah
Alumni BEM Nusantara Matangkan Pelantikan Pengurus Besar, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:53 WIB

Terungkap! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Dirancang Berbulan-bulan, Mantan Istri Diduga Jadi Dalang

Senin, 1 Juni 2026 - 10:01 WIB

Harlah Pancasila 2026, Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pancasila Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Disdamkarmat Kabupaten Bekasi Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Kebakaran Gudang Limbah

Berita Terbaru