Tri Adhianto Evaluasi 364 ASN Tak Hadir Apel, Pemkot Bekasi Telusuri Kendala Presensi Mobile

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berdialog dengan ASN usai kegiatan Sparko di Plaza Pemkot Bekasi, membahas evaluasi kehadiran pegawai dan kendala presensi mobile, Selasa (23/6/2026).

i

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berdialog dengan ASN usai kegiatan Sparko di Plaza Pemkot Bekasi, membahas evaluasi kehadiran pegawai dan kendala presensi mobile, Selasa (23/6/2026).

BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto langsung turun tangan mengevaluasi laporan ketidakhadiran lebih dari 364 pegawai dalam apel rutin Senin pagi. Evaluasi dilakukan usai kegiatan olahraga bersama (Sparko) di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (23/6/2026).

Alih-alih hanya berfokus pada angka ketidakhadiran, Tri ingin mengetahui secara langsung penyebab para pegawai tidak tercatat hadir dalam sistem presensi mobile yang digunakan di lingkungan Pemkot Bekasi.

“Saya ingin tahu apa saja kendalanya. Apakah karena tugas dinas luar, ada persoalan pada sistem, atau faktor lainnya. Jangan sampai ada pegawai yang sebenarnya menjalankan tugas tetapi tercatat tidak hadir karena kendala administrasi atau teknis,” ujar Tri Adhianto.

Baca Juga :  Polrestabes Bandung Ungkap Kasus Judi Online yang Dikendalikan Bandar Dari Kamboja

Menurutnya, apel pagi hanya dilaksanakan satu kali dalam sepekan sehingga seluruh pegawai diharapkan dapat hadir, kecuali memiliki tugas kedinasan di luar kantor atau kondisi tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dari hasil evaluasi sementara, ditemukan sejumlah faktor yang menyebabkan pegawai tidak tercatat hadir. Mulai dari kendala akses aplikasi presensi mobile, kesalahan saat melakukan klik presensi yang berujung pada status izin, tidak membawa telepon genggam, hingga kondisi darurat keluarga.

“Ada juga yang memang sedang menjaga keluarga yang sakit sehingga tidak sempat melakukan presensi. Bahkan ada yang murni human error saat menggunakan aplikasi. Hal-hal seperti ini yang perlu kita klarifikasi bersama,” katanya.

Baca Juga :  Nah Loh, Ketua DPRD Kota Bekasi Kembalikan Rp200 Juta ke KPK Usai OTT

Meski memberikan ruang klarifikasi, Tri tetap menegaskan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari budaya kerja yang profesional di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Ia menilai sistem presensi digital memang membantu pengawasan kehadiran pegawai, namun belum sepenuhnya mampu mengakomodasi berbagai kondisi yang terjadi di lapangan.

“Sistem tidak bisa langsung menoleransi semua kondisi. Karena itu diperlukan laporan dan klarifikasi kepada pimpinan agar kondisi sebenarnya dapat diketahui,” tegasnya.

Baca Juga :  XL Prabayar Luncurkan "XL Circle", Pelanggan Bisa Bikin Grup dan Gratis Kuota 5GB untuk Tiap Anggota

Tri juga memastikan pegawai yang sedang menjalankan tugas dinas luar atau menghadapi keadaan darurat keluarga tetap mendapatkan perhatian dan penilaian yang proporsional, sepanjang disertai laporan yang jelas kepada atasan.

Melalui evaluasi ini, Pemkot Bekasi berharap kedisiplinan pegawai terus meningkat sekaligus mendorong penyempurnaan sistem presensi mobile agar lebih akurat, transparan, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Harapannya ke depan disiplin pegawai semakin baik. Jika memang ada kendala, sampaikan kepada pimpinan untuk diklarifikasi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam penilaian kehadiran,” tutup Tri Adhianto. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6.000 Warga Disebut LGBT di Bekasi, DPRD Dorong Perda: Pencegahan atau Stigmatisasi?
3.073 Hari Overstay: WN Nigeria “Betah” di Indonesia, Ujungnya Masuk Lapas
Rompi Pink, Borgol, dan Anggota DPRD Muncul saat AEZ Ditahan
AEZ Akhirnya Diborgol! Kasus Sambungan Air Rp4,5 Miliar Masuk Babak Baru
1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional
Ada Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Putra Sayuti Melik, Wawali Bekasi Datang Langsung
Pegawai Tirta Bhagasasi Mengaku Dipaksa Tanda Tangani Mosi
Kuasa Hukum MSB Bantah Ada Rekening Pribadi di Kasus Dugaan Korupsi Tirta Bhagasasi

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:33 WIB

6.000 Warga Disebut LGBT di Bekasi, DPRD Dorong Perda: Pencegahan atau Stigmatisasi?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:22 WIB

3.073 Hari Overstay: WN Nigeria “Betah” di Indonesia, Ujungnya Masuk Lapas

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:10 WIB

AEZ Akhirnya Diborgol! Kasus Sambungan Air Rp4,5 Miliar Masuk Babak Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:31 WIB

1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Ada Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Putra Sayuti Melik, Wawali Bekasi Datang Langsung

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berbincang dengan salah satu siswa SMPN 54 Kota Bekasi dalam kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian 300 kacamata, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut digelar Pemkot Bekasi bersama IROPIN untuk mendukung kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pemerintahan

Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:51 WIB