Pegawai Tirta Bhagasasi Mengaku Dipaksa Tanda Tangani Mosi

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spanduk mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi terpasang di area kantor perusahaan, disertai lembar tanda tangan yang diklaim sebagai dukungan dari sejumlah pegawai.

i

Spanduk mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi terpasang di area kantor perusahaan, disertai lembar tanda tangan yang diklaim sebagai dukungan dari sejumlah pegawai.

KABUPATEN BEKASI – Polemik mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi terus bergulir. Sejumlah pegawai mengaku penandatanganan mosi tersebut dilakukan bukan atas kehendak pribadi, melainkan karena adanya arahan hingga dugaan tekanan dari atasan.

Seorang pegawai cabang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku sebenarnya tidak ingin ikut menandatangani dokumen tersebut. Namun, ia mengaku tidak memiliki pilihan karena mendapat instruksi dari pimpinan.

“Sebenarnya saya tidak mau tanda tangan, tapi karena disuruh pimpinan, akhirnya saya ikut,” ujarnya.

Pegawai tersebut mengatakan dirinya hanya ingin menjalankan pekerjaan dan tidak ingin terlibat dalam konflik internal perusahaan.

“Saya maunya kerja saja. Saya juga khawatir melanggar Peraturan Direksi tentang Kepegawaian,” katanya.

Pengakuan serupa disampaikan seorang pegawai di Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi yang juga meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku sempat menolak menandatangani mosi tidak percaya.

Baca Juga :  Promo Bombastis Kacamata Branded di Jakarta Fair 2026, Diskon Tembus 90 Persen!

Menurut keterangannya, seorang oknum kepala subbagian bersama seorang pegawai mendatanginya dengan membawa lembar mosi tidak percaya dan meminta dirinya ikut menandatangani. Ia mengaku didesak dengan alasan dokumen tersebut akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri.

Menanggapi pengakuan tersebut, Purnabakti Perumda Tirta Bhagasasi, Bambang Okie Triantoro, meminta dugaan adanya mobilisasi maupun tekanan terhadap pegawai diusut secara objektif. Menurutnya, apabila benar terjadi, kondisi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas organisasi dan pelayanan perusahaan.

“Kalau memang ada dugaan mobilisasi atau penekanan terhadap pegawai untuk membubuhkan tanda tangan, itu harus diusut. Jangan sampai ada pegawai yang merasa terpaksa karena tekanan dari atasannya. Semua harus dibuktikan secara objektif,” kata Bambang.

Baca Juga :  Ustaz MR di Bekasi Ditangkap, Diduga Setubuhi Dua Anak di Bawah Umur

Ia menilai mosi tidak percaya yang berkembang di lingkungan perusahaan berpotensi berdampak terhadap kinerja pelayanan apabila konflik internal tidak segera diselesaikan.

“Yang menjadi korban bukan hanya internal perusahaan, tetapi juga masyarakat sebagai pelanggan apabila situasi kerja menjadi tidak kondusif,” ujarnya.

Menurut Bambang, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap pegawai. Namun, mekanismenya harus dilakukan melalui jalur organisasi yang berlaku, seperti kepada Direktur Utama atau Dewan Pengawas, sehingga tidak memicu perpecahan di lingkungan kerja.

Ia juga mengingatkan bahwa Peraturan Direksi Nomor 2 Tahun 2024 tentang Kepegawaian telah mengatur kewajiban dan larangan bagi pegawai. Dalam aturan tersebut, pegawai diwajibkan menjaga tata tertib, menciptakan suasana kerja yang kondusif, serta menjaga nama baik perusahaan. Sementara itu, tindakan memprovokasi, menggerakkan massa, maupun menghasut pegawai lain untuk menentang kebijakan perusahaan termasuk dalam kategori pelanggaran yang diatur dalam peraturan tersebut.

Baca Juga :  Lantik 16 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Bekasi, Pj Bupati Bekasi Sampaikan Ini...

Selain dugaan adanya tekanan terhadap pegawai, Bambang turut menyoroti belum ditertibkannya spanduk-spanduk terkait mosi tidak percaya yang masih terpasang di lingkungan kantor perusahaan.

Menurutnya, manajemen seharusnya mengambil langkah persuasif untuk meredam konflik, termasuk melakukan dialog dengan pegawai, menertibkan atribut yang memicu polemik, serta menugaskan Satuan Pengawasan Intern (SPI) melakukan pemeriksaan guna mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi penggerak aksi tersebut.

“Semua dugaan harus dibuka secara terang. Kalau memang ada aktor di balik gerakan ini, harus diungkap berdasarkan fakta. Sebaliknya, jika tidak ditemukan pelanggaran, hal itu juga harus disampaikan secara terbuka agar polemik tidak terus berkembang,” tutup Bambang.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum MSB Bantah Ada Rekening Pribadi di Kasus Dugaan Korupsi Tirta Bhagasasi
Terungkap di DPRD! Dewas Tirta Bhagasasi Akui Tak Pernah Dapat Laporan Kasus Hukum Eks Direksi
RDP DPRD Bekasi Memanas! Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Diserbu Pertanyaan soal Konflik Internal
DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Bahas Kisruh Internal
Wali Kota Bekasi Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Ramah Anak di Peringatan HAN ke-42
DPRD Soroti IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Plt Bupati Panggil DCKTR dan DLH
AEZ “Pusing” Saat Dipanggil! Eks Dirut Tirta Bhagasasi Mangkir di Kasus Korupsi Rp4,5 M
Skandal Air Bersih Bekasi! 3 Pejabat Jadi Tersangka, Rp4,5 Miliar Diduga Raib

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Pegawai Tirta Bhagasasi Mengaku Dipaksa Tanda Tangani Mosi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Kuasa Hukum MSB Bantah Ada Rekening Pribadi di Kasus Dugaan Korupsi Tirta Bhagasasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Terungkap di DPRD! Dewas Tirta Bhagasasi Akui Tak Pernah Dapat Laporan Kasus Hukum Eks Direksi

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:03 WIB

RDP DPRD Bekasi Memanas! Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Diserbu Pertanyaan soal Konflik Internal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:15 WIB

DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Bahas Kisruh Internal

Berita Terbaru

Ket. Isuzu GIGA FVR Road Sweeper hasil kolaborasi PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) dan YMG Tech Mobility dipamerkan di ajang GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Kendaraan berbasis aplikasi khusus ini dirancang untuk mendukung layanan kebersihan jalan di kawasan perkotaan, industri, dan area komersial dengan performa tinggi serta efisiensi operasional. Dok. Isuzu Astra Motor Indonesia.

Otomotif

Isuzu Hadirkan Truk Penyapu Jalan Pintar

Rabu, 5 Agu 2026 - 06:43 WIB

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyerahkan penghargaan Hino Bodymaker Award 2026 kepada mitra karoseri terbaik pada ajang GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Otomotif

Hino Bodymaker Award 2026 Apresiasi Karoseri Terbaik

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:31 WIB