Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Itulah nasib Janda Asal Cirebon Ini

- Redaksi

Sabtu, 17 Februari 2018 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Malang benar nasib SF yang buta huruf dan sudah menjanda ini. Setelah mendapatkan musibah dan pelecehan seksual dari penunggu pasien di ruang perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Cirebon ini, kini harus menelan lagi pil pahit akibat keterlambatan melapor ke pihak keamanan tepat setelah kejadian cabul yang dialami oleh anaknya, YT (17) pada Jumat (16/2) dini hari 01.30 WIB lalu.

Melalui Wadir Keuangan sebagai perwakilan direksi rumah sakit M. Atlantik menjelaskan, bahwa kasus pelecehan seksual yang dialami penunggu pasien di salah satu ruang perawatan baru diketahui hari ini (17/2) dari awak media. Padahal, sudah menjadi kewajiban dari setiap petugas memberikan laporan kepada manajemen jika ada kejadian luar biasa secepatnya agar bisa di tangani sebagai mana mestinya.

Baca Juga :  Korban Penggelapan, Tarsono Rugi Jutaan Rupiah

Atlantik menyayangkan telatnya laporan dari pihak keluarga korban pelecehan. Padahal pihak rumah sakit sebagai lembaga pelayanan publik sudah dipastikan akan memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat termasuk kenyamanan dan keamanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usaha pun ditempuh oleh keluarga ini yang menuntut keadilan dari penegak hukum dengan mendatangi Mapolres Cirebon Kota bersama saksi dari kejadian, yang tidak lain adalah temannya YT.

SF, ibu kandung YT didampingi oleh AN sebagai saksi mata pencabulan melapor ke Unit SPK, namun petugas piket pada awalnya menyarankan untuk datang lagi pada hari Senin karena piket hari sabtu merupakan hari di mana petugas Tipikor yang piket sehingga untuk kasus pencabulan merupakan kewenangan unit PPA.

Baca Juga :  Kematian Guru yang Dianiaya Muridnya Karena Patah Tulang Leher

Namun, setelah Keluarga akan pulang, salah satu petugas SPK akhirnya mengantarkan SF dan AN ke unit Reskrim Tipikor untuk berkonsultasi. Setelah hampir satu jam, SF dan AN keluar dikawal petugas dan dibawa ke TKP yaitu di ruang perawatan di mana kejadian pencabulan terjadi. Setelah olah TKP, para awak media menunggu hasil dari olah TKP, penyidik hanya memberikan keterangan jika kasus ini lemah dan kurangnya alat bukti, ditambah lagi benturan dengan kode etik rumah sakit. Dan jika ingin jelas, maka para awak media bisa menghubungi Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota.

Sedangkan menurut Ketua KPAI Kota Cirebon Siti Nuryani, bahwa kasus pelecehan memang susah ditangani karena kurangnya alat bukti maupun saksi. Namun, ada satu cara untuk dijadikan alat bukti kuat yaitu hasil pemeriksaan psikologi korban pelecehan. Apabila kondisi kejiwaan korban trauma berat, maka hasil pemeriksaan inilah yang bisa menjerat tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di muka hukum.

Baca Juga :  Tambahan 2,7 Hektar, RSUD Waled akan Menjadi Terbesar di Wilayah 3 Cirebon

Yani pun berjanji KPAI akan menindaklanjuti kasus yang menimpa YT dan akan mendatangi Polres Cirebon Kota untuk menanyakan perkembangan kasusnya, serta akan mendatangi pihak manajemen rumah sakit di mana Kejadian pencabulan terjadi.

“Agar ke depan, masyarakat harus lebih waspada jika menunggu pasien diruang perawatan agar tidak ada lagi korban pencabulan di ruang perawatan di RS setempat,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minta Uang Miras, Pria Mabuk Bunuh Tuan Rumah Pesta di Purwakarta
Dimarahi Lewat Telepon, Pria di Subang Tewaskan Rekannya: Ini Motifnya
Tragedi Cinta Segitiga di Bekasi! Pria Tega Tikam Teman Sendiri hingga Tewas
Ustaz MR di Bekasi Ditangkap, Diduga Setubuhi Dua Anak di Bawah Umur
Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Ratusan Driver ShopeeFood Jogja Geruduk Rumah Konsumen, Protes Rekan Mereka Dianiaya
Sadis! Bocah 11 Tahun Dianiaya, BBHAR PDI Perjuangan Bergerak Kawal Kasus Hingga Tuntas
Baru 20 Tahun, Tapi Sudah Sadis! Ini Sosok Pembunuh Bos Sembako di Bekasi

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:31 WIB

Minta Uang Miras, Pria Mabuk Bunuh Tuan Rumah Pesta di Purwakarta

Senin, 12 Januari 2026 - 13:45 WIB

Dimarahi Lewat Telepon, Pria di Subang Tewaskan Rekannya: Ini Motifnya

Rabu, 1 Oktober 2025 - 21:09 WIB

Tragedi Cinta Segitiga di Bekasi! Pria Tega Tikam Teman Sendiri hingga Tewas

Senin, 29 September 2025 - 15:03 WIB

Ustaz MR di Bekasi Ditangkap, Diduga Setubuhi Dua Anak di Bawah Umur

Senin, 15 September 2025 - 16:00 WIB

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !