Siap Berantas Korupsi, Pemda Kota Cirebon Tandatangani Kerja Sama APIP-APH

- Redaksi

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bandung — Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon Jawa Barat menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) antara Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang berhubungan dengan prosedur penanganan pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, Selasa (17/7).

Penandatanganan PKS APIP-APH digelar di Gedung Sate, Bandung yang dihadiri pimpinan daerah di Jawa Barat. Adapun untuk tingkat Kota Cirebon ditandatangani oleh Penjabat Wali Kota Cirebon, Kajari Kota Cirebon, dan Kapolres Cirebon Kota.

Baca Juga :  Seskab Teddy Dorong Inovasi ASN Lewat Kompetisi Gagasan Setkab Gengs

Penjabat Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik M. Si mengatakan, penandatangan PKS APIP-APH merupakan tindak lanjut dari arahan Kemendagri yang terlebih dahulu mengadakan kerjasama dengan Polri dan Kejaksaan Agung untuk menanggapi pengaduan masyarakat terhadap kinerja Pemda khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

“Jika ada aduan masyarakat maka harus ditangani terlebih dahulu oleh APIP dalam hal ini Inspektorat,” katanya.

Dedi mengungkapkan jika hasil pemeriksaan Inspektorat terindikasi ada unsur tindak pidana maka akan diserahkan kepada APH yang dalam hal ini adalah penegak hukum (kepolisian dan kejaksaan).

Baca Juga :  Program Kartu Bekasi Sehat akan Disuntik dari ABT Sebesar 10 Miliar

“Kerja sama ini intinya untuk memperkuat koordinasi antar lembaga Pemda dan penegak hukum dalam penanganan pengaduan masyarakat,” ujarnya.

Dedi menambahkan maksud dan tujuan dari kerja sama APIP-APH yaitu demi terselenggaranya penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih, akuntabel dan tidak adanya kerugian negara.(Rls/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru
Otomotif di Jabar Tertinggi Nasional, GIIAS Bandung 2026 Resmi Digelar
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 20:22 WIB

Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB