Sering Foto Selfie Dapat Berakibat Buruk Pada Kesehatan Remaja

- Redaksi

Sabtu, 6 Oktober 2018 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi foto

i

ilustrasi foto

RJN, Kesehatan – Siapa yang suka foto selfie? Sepertinya banyak yang suka. Namun tahukah kamu, kebanyakan foto selfie bisa berdampak buruk pada kesehatan mental remaja.

Tren foto selfie ini semakin meningkat dengan adanya media sosial. Seseorang dapat menunjukkan bakat memotret diri atau objek lain pada orang lain. Tidak hanya pada remaja, bahkan orang tua juga menyukai foto selfie.

Walaupun terlihat wajar, terlalu sering foto selfie dapat berdampak buruk pada kesehatan mentalremaja seperti depresi dan kecemasan meningkat.

Tidak semua hasil jepretan foto sesuai dengan harapan. Seseorang akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mendapatkan satu foto yang bagus untuk diunggah.

Rasa tidak puas sering muncul karena angle kurang pas, pencahayaan kurang baik, atau bahkan tidak puas dengan wajah sendiri.

Sebuah studi yang diterbitkan pada The Journal of Early Adolescence menunjukkan bahwa remaja yang mengunggah banyak foto selfie cenderung memiliki kesadaran tinggi dengan penampilan dirinya sendiri. Hal ini juga sejalan dengan meningkatkan citra negatif pada bentuk tubuh tertentu.

Baca Juga :  Jakarta Fashion Week 2019 Segera Datang

Menurut penelitian, gadis remaja yang terlalu sering foto selfie cenderung mudah cemas dan khawatir. Sebanyak 35 persen merasa khawatir dengan penampilannya dengan selfie yang diunggah teman dan 27 persen merasa khawatir dengan foto yang mereka unggah sendiri.

Dari hasil sebuah penelitian, beberapa orang merasa dirinya jelek dan muncul kekecewaan saat tidak banyak yang menyukai dan mengomentari foto yang mereka unggah.

Pikiran seorang remaja terkadang juga menjadi kacau hanya karena likes tidak sesuai harapan.

Baca Juga :  Polemik Lahan Parkir RSNK, Pemko Bekasi Resmi Segel Gate Paguyuban

Kondisi ini akan membuat seseorang mencari cara untuk menarik perhatian orang lain, dengan cara yang wajar seperti membuat video konyol, hingga yang tidak wajar seperti sengaja mem-bully temannya, merokok, atau melakukan hal lain yang merusak reputasi mereka.

Walau sudah remaja, peran orangtua dalam membimbing anaknya tetap dibutuhkan. Orangtua perlu memberi pemahaman pada anak agar bijak dalam menggunakan media sosial.

Selain itu, batasi penggunaan gadget pada anak saat sedang bersama keluarga dan sebelum jam tidurnya.

(red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:47 WIB

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Berita Terbaru