Penyebab Indonesia Masih Impor Garam Meski Produksi Nasional Meningkat

- Redaksi

Selasa, 6 Agustus 2019 - 06:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN,Cirebon– Tahun 2018 produksi garam nasional menunjukkan angka yang menggembirakan dari tahun sebelumnya. Namun, jumlah produksi garam itu tidak dapat mencukupi kebutuhan industri nasional, sehingga pemerintah harus menutupinya dengan cara impor.

Untuk mengejar kekurangan, pemerintah kini akan menerapkan teknologi Prisma dan telah membuka lahan dengan luas ribuan hektare di lokasi yang memiliki potensi tinggi memproduksi garam. Dua hal ini secara pasti akan mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap garam impor.

Baca Juga :  Oso Bakar Semangat Kader Hanura di Kabupaten Bekasi

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman, Agung Kuswandono mengatakan, produksi garam nasional tahun 2017 sebanyak 2,2 juta ton dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 3,2 juta ton. Namun, jumlah itu tidak mencukupi kebutuhan sebanyak 400 industri di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia membutuhkan 4,4 juta ton garam untuk industri. Produksi kita baru separuhnya atau sebanyak 2,2 juta ton. Kebutuhan itu belum mencukupi untuk 400 industri nasional,” katanya, Senin (5/08/2019).

Ia melanjutkan, sementara ini kebutuhan garam nasional kebanyakan dipasok dari beberapa daerah yakni dari Pantura, Madura, Indonesia Timur, dan sebagian dari Aceh. “Garam ini untuk bahan baku di hampir seluruh industri di Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga :  XL Axiata Berhasil Raih Pertumbuhan Double DigitPendapatan Naik 11%, Laba Bersih Naik 15%

Untuk meningkatkan jumlah produksi garam nasional dan menstabilkan kebutuhan industri, pihaknya telah membuka lahan baru ribuan hektare di Indonesia Timur. “Kita buka ladang garam baru di Timur seluas 3.720 hektar,” ungkapnya.

(uja/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melepas kontingen Kabupaten Bekasi untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Pemkab Bekasi menargetkan posisi tiga besar dengan raihan 120 medali. Acara pelepasan berlangsung di Gedung Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/11/2026).

Olahraga

Bupati Bekasi Targetkan Tiga Besar Porprov XV Jabar 2026

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:50 WIB