Naiknya Pertalite Seharusnya Tidak Akan Mempengaruhi Kenaikan Harga Barang

- Redaksi

Senin, 26 Maret 2018 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertalite dari Rp 7.600 menjadi Rp 7.800 pada 24 Maret 2018 lalu, menuai pro dan kontra. Meskipun begitu, diharapkan agar para pelaku usaha, produsen, maupun pedagang untuk tidak menaikkan harga barang yang dijualnya.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon Abdul Majid, naiknya harga Pertalite tidak lepas dari kondisi harga minyak dunia yang sedang meningkat. Kenaikan ini pastinya akan berdampak pada BBM di Indonesia.

Baca Juga :  KPwBI Cirebon dan Islamic Centre At-Taqwa Mewisuda 20 Santri Digital Preneurship

Namun, Pertalite di Indonesia mayoritas dikonsumsi kendaraan roda dua dan empat yang non transportasi umum atau kendaraan pribadi. Meskipun sekarang ada angkot yang sudah Pertalite, namun kendaraan-kendaraan yang biasanya untuk berniaga (untuk distribusi), lebih banyak menggunakan bahan bakar Solar dan Premium.

“Jika Pertalite naik, produsen atau pedagang tidak perlu menaikkan harga dari produk yang dijual atau dihasilkan. Karena ongkosnya tidak akan naik,” jelasnya saat ditemui awak media di kantornya, Jl. Yos Sudarso, Kota Cirebon, Senin (26/3).

Naiknya Pertalite ini, lanjut Majid, sebenarnya hanya akan berdampak pada shifting atau pergantian belanja. Sebab, meskipun naiknya hanya sekitar Rp 200, tetap saja akan mempengaruhi konsumsi belanja bagi konsumen.

Baca Juga :  Pasca Cuti Lebaran, Korem 063/SGJ Gelar Apel Pengecekan

“Contohnya, jika ada konsumen yang terbiasa membeli Pertalite, maka ketika naik, ada pendapatan dia yang harus disisihkan untuk beli Pertalite yang naik itu. Jika terbiasa membeli 10 liter, maka dia harus menambah Rp 20.000 dari harga biasa. Jadi, uang Rp 20.000 itu mau tidak mau harus membeli Pertalite,” terangnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
One Way TransJawa
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat
55 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Tol Fungsional Prosiwangi Saat Mudik Lebaran 2026
Tol Surabaya–Gempol Diperlebar, Progres Proyek Capai 62,30%
Jelang Lebaran, Fuso Berkah Ramadan Hadir Servis Truk Dapat Diskon & Cek Gratis
VinFast Resmi Buka Pemesanan VF MPV 7 di Indonesia, MPV Listrik Premium Tujuh Penumpang
Jelang Lebaran 2026, Jasa Marga dan Korlantas Polri Perkuat Keamanan Jalan Tol di Jawa Timur

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 08:33 WIB

IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur

Rabu, 25 Maret 2026 - 16:53 WIB

One Way TransJawa

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:21 WIB

Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:28 WIB

55 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Tol Fungsional Prosiwangi Saat Mudik Lebaran 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:16 WIB

Tol Surabaya–Gempol Diperlebar, Progres Proyek Capai 62,30%

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !