Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi seluruh kerja sama dengan pihak ketiga, khususnya pengadaan air curah. Kebijakan ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat.
Keputusan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi antara Dewan Pengawas (Dewas) dan jajaran direksi pada awal April 2026. Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap kerja sama tetap memberikan keuntungan dan relevan dengan kondisi saat ini.
Ketua Dewas, Ani Gustini, menegaskan bahwa evaluasi adalah langkah wajar dalam dunia bisnis. Menurutnya, kerja sama yang sudah tidak sesuai dengan kesepakatan awal harus ditinjau ulang tanpa melihat masa lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang terpenting adalah prospek ke depan. Apakah kerja sama ini masih menguntungkan atau tidak,” tegasnya.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, menambahkan bahwa efisiensi dan penguatan bisnis menjadi prioritas utama di tahun 2026. Evaluasi ini juga menjadi bagian dari penilaian kinerja triwulan pertama seluruh jajaran internal perusahaan.
Kerja sama pengadaan air curah sendiri telah berjalan sejak 2011, melibatkan sejumlah perusahaan swasta sebagai solusi atas keterbatasan modal pemerintah daerah saat itu. Namun, seiring perkembangan kebutuhan dan kondisi operasional, evaluasi dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh.
Melalui langkah ini, Perumda Tirta Bhagasasi ingin memastikan setiap kemitraan benar-benar memberikan kontribusi positif bagi kesehatan finansial perusahaan serta mampu memperluas cakupan layanan air bersih bagi warga Bekasi.
“Fokus kami adalah masa depan. Kerja sama harus berdampak nyata agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tutup Reza. (*)









