RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sebagai upaya untuk mengembangkan perekonomian daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon melaksanakan kegiatan Forum Pengembangan Investasi di Wilayah Ciayumajakuning, yang bertempat di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Jl. Yos Sudarso no. 5-7 Kota Cirebon, Selasa (6/2).
Melalui forum pengembangan investasi tersebut, dihadiri oleh sekitar 40 undangan perwakilan dari SKPD terkait dengan investasi di wilayah Ciayumajakuning. Kegiatan tersebut juga mengundang salah satu narasumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal KP Jakarta yang menangangani investasi di wilayah Jawa Barat, yakni Abdul Qodir.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon M. Abdul Majid Ikram, menegaskan bahwa masing-masing Kabupaten/Kota harus mampu mengembangkan potensi yang ada, mengenalkan produk-produk daerahnya ke luar melalui kejelian menangkap peluang yang ada seperti misalnya dengan akan adanya IMF-World Bank Meeting 2018 yang akan diselenggarakan di Nusa Dua Bali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui event-event internasional semacam itu seharusnya daerah mampu memperkenalkan produknya untuk menggaet investasi,” jelasnya.
Lanjut Majid, Realisasi Investasi Nasional pada Januari-Desember 2017 adalah sebesar Rp 692,8 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 13,1% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 612,8 triliun.
Mengutip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal, Pulau Jawa menempati urutan pertama berdasarkan wilayah untuk investasi tertinggi, yaitu sebesar Rp 389,9 triliun dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia.
Ciayumajakuning menjadi salah satu kawasan kekuatan ekonomi yang ada di Provinsi Jawa Barat yang mampu mendukung pembangunan yang ada di wilayah tersebuttersebut dengan dengan berbagai potensi di dalamnya. Potensi Ciayumajakuning mulai dari pertanian, perikanan, transportasi, wisata dan sebagainya menjadi keunggulan tersendiri bagi wilayah Ciayumajakuning.
“Namun demikian, potensi-potensi tersebut tidak akan dapat berkembang dan bermanfaat bagi daerah saat suatu daerah tidak berusaha mengembangkan potensi mereka,” tutur Majid.
Sedangkan menurut Abdul Qodir selaku Badan Koordinasi Penanaman Modal KP Jakarta, nilai investasi baik lokal maupun asing di wilayah Ciayumajakuning mengalami peningkatan. Peningkatan investasi yang sangat signifikan tersebut bisa menjadi sinyal yang positif bagi para Investor (baik asing maupun lokal) untuk bisa berinvestasi khususnya di wilayah Ciayumajakuning.
“Peningkatan nilai investasi tersebut diharapkan dibarengi dengan upaya Pemda untuk meningkatkan kualitas baik SDM maupun infrastruktur yang ada, hilirisasi produk berkualitas seperti kerjainan kreatif juga perlu dikembangkan di wilayah Ciayumajakuning,” tuturnya.
Qodir menjelaskan, peluang-peluang investasi yang ada akan dibarengi dengan tantangan-tantangan yang harus dipersiapkan, sehingga tidak menghambat proses kelangsungan investasi di Ciayumajakuning.
Permasalah perizinan usaha harus mendapat solusinya, perizinan usaha harus lebih optimal dan cepat, pengadaan tanah untuk investasi industri harus jelas dan menjanjikan, permasalahan tenaga kerja dalam hal kualitas SDM harus menjadi fokus, serta beberapa permasalahan lainnya yang perlu mendapatkan solusi.
“Pemda di wilayah Ciayumajakuning perlu mengadakan koordinasi dan komitmen bersama untuk tetap mendukung sarana dan prasarana investasi agar lebih mudah, cepat dan menjamin keamanan semua pihak,” pungkasnya.(Juf/RJN)









