B50 Diuji 40.000 Km, Apa yang Terjadi pada Kendaraan Diesel?

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

i

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

TANGERANG, KLIKOTO.COM – Pemerintah bersama industri otomotif terus mematangkan penerapan biodiesel B50 di Indonesia. Hasil pengujian kendaraan bermesin diesel hingga 40.000 kilometer disebut berjalan lancar dan tidak menunjukkan dampak signifikan.

Hal itu disampaikan dalam diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” yang digelar di ajang GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Koordinator Pokja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM Cahyo Setyo Wibowo mengatakan, persiapan menuju implementasi B50 telah dilakukan melalui proses panjang dengan melibatkan pemerintah dan industri otomotif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Cahyo, pabrikan ikut terlibat dalam pengujian kendaraan bermesin diesel untuk melihat kesiapan kendaraan terhadap penggunaan biodiesel dengan kadar lebih tinggi.

“Salah satu kendaraan yang kami gunakan dalam pengujian sampai dengan 40.000 kilometer. Selama pengujian sampai dengan akhir berjalan lancar dan tidak ditemukan sesuatu yang signifikan berdampak,” ujar Cahyo.

Keterlibatan industri juga ditegaskan Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors. Ia mengatakan, Fuso turut berpartisipasi dalam pengujian B50 menggunakan kendaraan bermesin diesel.

Baca Juga :  Kemenag Bekasi Perkuat Kolaborasi dengan MUI untuk Jaga Kerukunan Umat

Menurut Aji, pengujian tersebut menjadi bagian dari dukungan industri otomotif terhadap program pemerintah.

“Selama uji sampai dengan akhir berjalan lancar dan hasilnya juga tidak ditemukan sesuatu yang signifikan berdampak,” kata Aji.

Aji mengatakan, kesiapan kendaraan menghadapi B50 tidak hanya bergantung pada teknologi mesin, tetapi juga kualitas dan ketersediaan bahan bakar.
Ia berharap kualitas BBM yang tersedia di pasar dapat konsisten dengan bahan bakar yang digunakan dalam pengujian.

“Harapan kami sebagai industri, kualitas bahan bakarnya harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Selain kualitas, ketersediaan BBM di berbagai wilayah Indonesia juga menjadi perhatian. Menurut Aji, distribusi bahan bakar perlu dipastikan karena kendaraan niaga beroperasi di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Sementara itu, Ronny Senjaya, Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk, mengatakan peningkatan kadar biodiesel dari B20, B30 hingga B50 telah diikuti persiapan dari sisi kendaraan.

Baca Juga :  Sawah Bekasi Terancam Kekeringan, Asep Surya Atmaja Turun Gunung: Alat Berat Siap Dikerahkan!

Salah satunya melalui pengembangan sistem bahan bakar (fuel system) untuk mengantisipasi dampak penggunaan biodiesel dengan kadar lebih tinggi.
“Dari B20, B30 itu selalu sudah disiapkan. Ada improvement tentang fuel system,” kata Ronny.

Dalam pengujian, kata Ronny, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah sistem penyaringan bahan bakar. Pada kondisi tertentu, penggantian filter dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi penyumbatan.

Pengujian juga dilakukan hingga 40.000 kilometer, bahkan sebagian mencapai 50.000 kilometer. Jarak tersebut disebut telah melewati batas interval penggantian komponen dalam kondisi normal.

Namun, saat ditanya mengenai besaran potensi power loss akibat penggunaan B50, Ronny tidak menyebut angka tertentu. Menurutnya, hal tersebut lebih tepat dijelaskan oleh masing-masing pabrikan karena setiap kendaraan memiliki standar dan karakteristik berbeda.

“Yang persis sebenarnya bisa menjawab adalah dari pabrikan, supaya fair,” ujarnya.

Selain aspek kendaraan, Ronny menyoroti pentingnya menjaga kualitas BBM yang beredar di pasar. Ia mengatakan spesifikasi bahan bakar mulai B0, B20, B30 hingga B50 merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang harus diikuti badan usaha BBM.

Baca Juga :  Usai Kecelakaan, Ketua MPR Jadi Navigator Akbar Rais Driffting Rally Meikarta

Proses blending B50 juga dapat dilakukan melalui sejumlah metode, termasuk in-tank blending dan inline blending.

Ronny menegaskan penerapan B50 merupakan kebijakan mandatory bagi badan usaha yang masuk dalam cakupan ketentuan pemerintah.

Di sisi lain, kesiapan bahan baku juga menjadi perhatian dalam implementasi B50. Kebutuhan biodiesel yang meningkat seiring kenaikan persentase campuran membuat pasokan bahan baku, terutama berbasis sawit, perlu dipastikan.

Ronny juga menyinggung pengembangan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) sebagai salah satu alternatif bahan bakar nabati. Namun, teknologi tersebut masih menghadapi tantangan dari sisi biaya.

Ketiga narasumber sepakat bahwa penerapan B50 membutuhkan kesiapan secara menyeluruh, mulai dari kualitas dan ketersediaan BBM, teknologi kendaraan, sistem penyaringan, hingga pasokan bahan baku.

Bagi industri otomotif, keberhasilan implementasi B50 tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kendaraan menggunakan bahan bakar tersebut, tetapi juga konsistensi kualitas BBM yang tersedia di pasar.

(azs)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SUBARU Hadirkan SUBARUVERSE, Eksplorasi Empat Dunia dalam Satu Pengalaman
Tak Disangka, Mobil Ini Jadi Favorit Pengunjung GIIAS Semarang 2026
Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize
Perdana di Automechanika Jakarta, Schaeffler Buka Gebrakan Baru di Pasar Motor Indonesia
VinFast Buka Showroom ke-40 di Parung, Perkuat Jaringan Kendaraan Listrik di Bogor
Mercedes-Benz Gelar Technician Skill Contest 2026, Uji Kompetensi 64 Teknisi dari 14 Dealer
KYTA dan KRS Ramaikan IMHAX 2026, Tawarkan Produk Performance Parts dan Diskon hingga 45 Persen
GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

SUBARU Hadirkan SUBARUVERSE, Eksplorasi Empat Dunia dalam Satu Pengalaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Tak Disangka, Mobil Ini Jadi Favorit Pengunjung GIIAS Semarang 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize

Kamis, 24 September 2026 - 15:31 WIB

Perdana di Automechanika Jakarta, Schaeffler Buka Gebrakan Baru di Pasar Motor Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 11:16 WIB

VinFast Buka Showroom ke-40 di Parung, Perkuat Jaringan Kendaraan Listrik di Bogor

Berita Terbaru