Seorang ABG Dicabuli di Rumah Sakit di Cirebon

- Redaksi

Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Seorang ABG, sebut saja namanya Bunga (17), warga asal Katiyasa, Kota Cirebon, mengalami korban pelecehan seksual dari seorang pria berhidung belang pada Jumat (16/2) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Ironisnya, kejadian itu terjadi di salah satu rumah sakit di Cirebon.

Kejadian berawal saat Bunga sedang menjaga adiknya yang sedang sakit bersama sang ibu dan temannya. Di ruangan pasien tersebut, terdapat lima ranjang yang masing-masing tertutup oleh tirai. Salah satu ranjang kosong dan akhirnya ditempati oleh korban untuk tidur.

Baca Juga :  10 Nama Masuk Dalam Proses Penjaringan Bakal Calon Walikota Cirebon dari Golkar

Berdasarkan penuturan temannya Bunga, sebut saja namanya Melati (17), saat itu korban sedang tertidur pulas. Ketika Melati habis dari toilet, dia memergoki seorang pria sedang meraba-raba alat vital korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui pria tersebut adalah keluarga penunggu pasien di ranjang sebelah. Karena ketahuan, pria tersebut buru-buru kembali ke ranjang sebelah dan berpura-pura tidur. Melati pun langsung melaporkannya ke ibu korban yang sedang di ranjang lainnya.

Ibu korban yang shock dan bingung oleh ulah penunggu pasien sebelahnya ini melaporkan kepada sanak famili. Namun belum dilaporkan ke kepolisian. Pihak keluarga baru melaporkan tindakan asusila tersebut kepada petugas keamanan rumah sakit.

Baca Juga :  Si Jago Merah Melalap Rumah Sakit OMNI Cikarang

Kemudian, lelaku hidung belang yang bertindak cabul tersebut sudah tidak terlihat batang hidungnya saat pagi. Sedangkan pasien yang ditunggunya masih berada di rumah sakit.

Menurut informasi yang dihimpun oleh awak media RakyatJabarNews.com pasca pencabulan yang terjadi di ruang kamar nomor 5, kini keluarga korban dipindah kamar karena masih shock atas kejadian yang menimpa nasib anaknya.

Baca Juga :  Pria Paruh Baya Nekat Gantung Diri Karena Faktor Ekonomi

Awak media pun menghubungi melalui saluran pesan singkat WhatsApp pada Petinggi Polres Cirebon Kota atas kasus yang menimpa Bunga. Dan jawaban dari Polres Cirebon Kota pun meminta agar pihak keluarga korban untuk segera datang dan berkonsultasi ke bagian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak untuk ditangani kasusnya.

“Datang saja keluarganya dulu ke Polres untuk konsultasi, anaknya nanti saja, takut tambah trauma,” pungkasnya melalui pesan singkat pada awak media RakyatJabarNews.com, Sabtu (17/2).(Ymd/Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Debt Collector Ditahan, Diduga Hantam Warga Pakai Kursi hingga Terluka
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Debt Collector Ditahan, Diduga Hantam Warga Pakai Kursi hingga Terluka

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Berita Terbaru