oleh

Sejarah Grand Hotel Ribberink Cheribon

RJN, Cirebon– Hotel Ribberink atau Hotel Wilhelmina atau Grand Hotel Cirebon, merupakan salah satu hotel di pusat Kota Cirebon, tepatnya di samping Alun-Alun Kejaksan. Konon, hotel yang termegah pada zamannya ini, pernah mematok tarif 7-16 Gulden per malamnya sekitar tahun 1880.

Dalam perjalanannya, hotel ini sempat menjadi markas dari pergerakan Laskar Merah pimpinan M. Joesoef, pada 12-14 Februari 1946. Kemudian, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) menyerbu Grand Hotel untuk menangkapi Laskar Merah, termasuk pemimpinnya.

Di tahun yang sama juga, yakni 1946, hotel ini juga pernah menjadi markas Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), untuk wilayah Cirebon. Hotel ini juga bahkan menjadi tempat berkumpulnya para tentara Belanda saat Agresi Militer Belanda 1 tanggal 21-27 Juli 1947 di Cirebon.

Seiring waktu, hotel ini pun berhenti beroperasi karena sengketa lahan. Hingga akhirnya, bangunan bersejarah tersebut dibongkar dan dihancurkan hingga rata dengan tanah. Tidak diketahui hingga sekarang lahan kosong eks Grand Hotel Cirebon akan dijadikan apa.

(*)

Sumber: KITLV

Komentar

News Feed