Kebakaran di Kabupaten Bekasi Tembus 422 Kasus, September Capai 151 Kejadian

- Redaksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di lokasi kebakaran. Sejumlah bangunan dan material tampak hangus terbakar, sementara asap masih mengepul di area kejadian.

i

Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di lokasi kebakaran. Sejumlah bangunan dan material tampak hangus terbakar, sementara asap masih mengepul di area kejadian.

KABUPATEN BEKASI – Kasus kebakaran di Kabupaten Bekasi melonjak sepanjang 2026. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi mencatat 422 kejadian kebakaran sepanjang Januari-September 2026.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan total kebakaran sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 147 kejadian.

Data Damkar Kabupaten Bekasi menunjukkan lonjakan mulai terlihat pada pertengahan tahun. September menjadi bulan dengan kejadian terbanyak, yakni mencapai 151 kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Januari tercatat 7 kejadian kebakaran. Jumlahnya naik menjadi 9 kasus pada Februari dan 16 kasus pada Maret.

Kemudian April tercatat 18 kejadian dan turun menjadi 15 kasus pada Mei. Memasuki Juni, jumlah kebakaran kembali naik menjadi 37 kejadian.

Kenaikan semakin signifikan terjadi pada Juli dengan 77 kasus. Angka tersebut naik menjadi 92 kasus pada Agustus. Puncaknya terjadi pada September. Sebanyak 151 kejadian kebakaran tercatat dalam satu bulan.

Baca Juga :  Dibongkar dan Ditata, Ternyata Pasar Cikarang Sudah Ada Sejak 1854

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Adeng Hudaya mengatakan cuaca panas ekstrem menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kejadian kebakaran.

“Kenaikan tahun 2026 disebabkan karena adanya cuaca panas ekstrem yang terjadi mulai Juli, Agustus sampai Oktober 2026,” kata Adeng.

Menurut Adeng, objek yang terbakar cukup beragam. Mulai dari lahan kosong, rumah warga, lapak, toko hingga pabrik.

“Objek kebakaran cukup beragam, baik lahan, rumah tinggal maupun bangunan usaha dan industri,” ujarnya.

Selain berdasarkan waktu kejadian, Damkar Kabupaten Bekasi juga mencatat sebaran kebakaran berdasarkan wilayah kecamatan.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Selama Mudik Lebaran 2026

Cibitung menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi dalam rekapitulasi tersebut, yakni 30 kasus. Disusul Cikarang Barat dengan 27 kasus dan Cikarang Utara sebanyak 24 kasus.

Berikutnya Tambun Selatan dan Tambun Utara masing-masing 22 kasus, Serang Baru 21 kasus, serta Babelan 20 kasus.

  1. Cikarang Selatan tercatat 18 kasus, Sukatani 15 kasus dan Tarumajaya 13 kasus. Sementara Karang Bahagia tercatat 9 kasus.
  2. Cibarusah, Cikarang Pusat, Cikarang Timur dan Setu masing-masing mencatat 8 kejadian.
  3. Kedungwaringin 6 kasus, Sukakarya dan Tambelang masing-masing 3 kasus.
  4. Sedangkan Cabangbungin dan Pebayuran masing-masing 2 kasus, serta Sukawangi 1 kasus.
  5. Bojongmangu dan Muara Gembong tercatat nihil dalam rekapitulasi tersebut.

Jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, peningkatan kasus kebakaran cukup signifikan.

Baca Juga :  DISKOP UKM Kota Bekasi Menerima Kunker DPRD Kabupaten Pesisir

Sepanjang 2025, Damkar Kabupaten Bekasi mencatat 147 kejadian. Kasus terbanyak terjadi pada Oktober dengan 24 kejadian.

Sementara dalam sembilan bulan pertama 2026, jumlahnya sudah mencapai 422 kasus. Artinya, jumlah kebakaran hingga September 2026 sudah hampir tiga kali lipat dibandingkan seluruh kejadian selama 2025.

Adeng mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca panas dan kering.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Jika menemukan tanda-tanda kebakaran, warga diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan penanganan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin,” pungkas Adeng.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Bongkar 88 Bangunan Liar di Lahan PJT II
Aksi Damai Digelar 15 Oktober, Wartawan Desak Pemkab Bekasi Periksa Dugaan Perlakuan Tak Patut
Pemkab Bekasi Bentuk Tim Lintas-OPD Tangani Kemiskinan hingga Desa
Kemendes PDT dan Pemkab Bekasi Perkuat Sinergi Tekan Kemiskinan Desa
Dituntut 10 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Nyumarno Cs: Kami Keberatan dan Optimistis Bebas
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kapolres Metro Bekasi Larang Warga Konvoi
Nobar Timnas Membludak, Asep Surya Atmaja Siapkan Dua Lokasi untuk Kegiatan Berikutnya
Wawali Harris Bobihoe Hadiri Maulid Nabi di Pondokgede, Ajak Warga Teladani Rasulullah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Pemkot Bekasi Bongkar 88 Bangunan Liar di Lahan PJT II

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Aksi Damai Digelar 15 Oktober, Wartawan Desak Pemkab Bekasi Periksa Dugaan Perlakuan Tak Patut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Pemkab Bekasi Bentuk Tim Lintas-OPD Tangani Kemiskinan hingga Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Kebakaran di Kabupaten Bekasi Tembus 422 Kasus, September Capai 151 Kejadian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dituntut 10 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Nyumarno Cs: Kami Keberatan dan Optimistis Bebas

Berita Terbaru

Petugas gabungan Pemerintah Kota Bekasi membongkar bangunan liar yang berdiri di atas lahan Perum Jasa Tirta (PJT) II di kawasan Tanah Apit, Kelurahan Medansatria, Kota Bekasi, Rabu (7/10/2026). Penertiban dilakukan terhadap 88 bangunan untuk mendukung pelebaran jalan, normalisasi sungai, dan pembangunan pedestrian.

Bekasi

Pemkot Bekasi Bongkar 88 Bangunan Liar di Lahan PJT II

Rabu, 7 Okt 2026 - 17:31 WIB