Sadis, Dua Satpam di Sekap, Kawanan Perampok Acak-Acak Kantor Dinas PUPR Kota Cirebon

oleh -
Sadis : Aksi prampokan itu terjadi pada pukul pukul 00.30 WIB hingga pukul 01.30 WIB. Pelaku diduga berjumlah lima orang

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Cirebon, di Jalan Terusan Pemuda, Kecamatan Kesambi, disatroni kawanan perampok, Senin (19/6) dini hari.

Informasi yang berhasil dihimpun RakyatJabarNews.com, menyebutkan, aksi prampokan itu terjadi pada pukul pukul 00.30 WIB hingga pukul 01.30 WIB. Pelaku diduga berjumlah lima orang. Mereka berhasil melumpuhkan dua orang petugas satuan pengamanan (Satpam) yang berjaga di kantor tersebut.

Salah seorang saksi yakni satpam yang bertugas saat itu, Ari Setiadi (30) mengatakan, peristiwa perampokan itu terjadi hanya berselang beberapa menit, setelah pergantian sif. Menurut Ari, saat itu ia baru sekitar 15-20 menit berjaga bersama satpam temannya, Danto (37).

Saat itu, lanjut Ari, sebuah mobil minibus warna silver tiba-tiba parkir di depan kantor sehingga menarik perhatian mereka berdua yang berjaga.

“Kami baru ganti sif, tidak lama saya dengar ada mobil berhenti di samping kantor jadi saya tengok. Saat akan kembali  ke pos, tiba-tiba datang empat orang yang langsung menodongkan parang. Lalu saya ditengang terus diikat dengan tali rafia, dan disekap di dalam pos. Kemudian orang-orang yang memakai penutup muka itu masuk ke kantor,” kata Ari.

Salah seorang petugas satpam di Kantor DPUPR Kota Cirebon tidak berdaya setelah dilumpuhkan kawanan perampok bersenjata parang, Senin (18/6) dini hari.*

Keadaaan Ari saat di Sekap dan Bagian plipis mata sebelah kiri Ari memar,

Akibat ditendang kawanan rampok tersebut, bagian plipis mata sebelah kiri Ari memar. Selain dirinya, Danto pun mengalami nasib yang sama. Mereka berdua diikat dan disekap di dalam pos.

Terkait kejadian tersebut, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar usai meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP) menduga, aksi perampokan itu melibatkan orang dalam. Pasalnya, pelaku tahu benar letak penyimpanan brankas dan dokumen penting, termasuk letak CCTV beserta receivernya.

“Kuat dugaan ada orang dalam yang ikut berperan, karena para pelaku mengatahui titik CCTV yang ada di lokasi kejadian dan langsung merusaknya. Para pelaku, juga paham ruangan yang menyimpan barang berharga,” kata Adi, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (19/6).

Para perampok itu, lanjut Adi, hanya membobol ruangan kepala dinas, sekretaris dinas, program, umum dan cipta karya. Para pelaku, diduga fokus mengambil uang dan dokumen penting.

Hal itu diperkuat karena laptop, kamera dan komputer yang punya nilai ekonomi tidak diambil kawanan rampok tersebut. Namun, beberapa berkas domumen terlihat diacak-acak kawanan rampok itu.

“Sementara yang hilang uang Rp 3 juta yang tersimpan di dalam brankas, sedangkan untuk berkas-berkas kami akan melakukan penyidikan lebih mendalam,” jelasnya.

Menurutnya, jika memang terbukti ada dokumen penting yang hilang selain ijazah pegawai, kemungkinan pelakunya adalah orang mempunyai masalah dengan kinerja DPUPR.

“Kalau ada dokumen yang hilang, kita bisa mengarah kepada orang-orang yang sakit hati. Seperti yang diketahui di DPUPR kan banyak tender dan banyak lelang. Dan informasi yang kami dengar banyak ketidakpuasan,” terang Vivid.

Adi mengaku, pihaknya masih melakukan pengumpulan data, dengan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, termasuk dua orang satpam yang jadi korban penyekapan.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Cirebon, Budi Gunawan mengatakan, akibat peristiwa tersebut, berkas-berkas di sejumlah ruangan tercecer berantakan. Namun, kerugian meteril sementara hanya Rp 3 juta. Ia menduga kawanan perampok itu mengincar uang gaji ke-13, yang secara umum telah cair pada, Jumat (16/6) lalu.

“Gaji ke-13 aman karena saya menunda penandatanganan pencairan dari Jumat, baru saya tandatangani Minggu (18/6), jadi belum terseimpan di brangkas kantor,” kata Budi.

Ia mengaku menyerahkan persoalan tersebut sepenuhnya ke pihak kepolisan untuk dilakukan penyelidikan. “Semoga kasus ini bisa segera terungkap,” ujarnya. (juf/rjn)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.