Jalan Protokol Kampung Bojong Kembali Memakan Korban

Desember 5, 2017

RakyatJabarNews.com, Bogor – Jalan protokol di titik Kampung Bojong Kiharib, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Bogor kembali memakan korban. Kali ini, akibat banyaknya tanah dan pasir yang berserakan di ruas jalan yang dilintasi oleh armada pengangkut bahan material proyek tol Bocimi, Selasa (6/12/17) sekitar pukul 7.30 Wib, seorang pengendara sepeda motor terjatuh hingga mengalami luka serius dan patah tulang.

Menurut Dodim, warga sekitar yang menjadi saksi kejadian, saat itu pengendara yang menjadi korban kecelakaan tengah melintas di jalur tersebut degan kecepatan standar. Namun karena banyanya bahan material tanah dan pasir yang berserekan di permukaan jalan, korban tak bisa mengendalikan kendaraannya karena permukaan jalan yang licin.

“Kejadiannya sekitar pukul 7.30 tadi pagi. Korban terpeleset hingga jatuh berguling guling dan mengalami luka parah dan tangannya patah. Kami sebagai warga sangat bingung, koq bisa perusahaan perusahaan besar ternama yang melaksanakan pembangunan jalan tol ini seolah masa bodoh dengan kondisi jalan yang mengancam keselamatan para pengendara yang sudah banyak makan korban. Bahkan kami sudah berulang kali mengingatkan kepada para pelaksana proyek agar memaksimalkan fungsi petugas k3, namun tidak digubris”, ungkapnya.

Sementara itu, Rudi, petugas K3 di lokasi membenarkan ada pengendara yang jatuh. Namun menurutnya, pihak perusahaan sudah melakukan penanganan dengan membawa korban ke rumah sakit dan tempat urut patah tulang di Cimande dengan menggunakan kendaraan perusahaan.

Sebelumnya, Humas PT Waskita Supriyatna saat dikonfirmasi melalui pesawat telponnya mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menindaklanjuti intruksi Presiden RI Jokowi yang memerintahkan percepatan penyelesaian pekerjaan proyek jalan tol bocimi. Sehingga konsentrasinya tidak hanya pada keluhan para pengguna jalan tersebut.

“Intinya kami sudah melakukan berbagai upaya dalam menyikapi berbagai keluhan dari masyarakat maupun pengguna jalan dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan sop. Bahkan kami sudah menambah tenaga K3 yang bertugas membersihkan permukaan jalan yang tadinya 3 orang menjadi 4 orang. Namun kami juga punya keterbatasan dan bebagai kendala di lapangan.

Berdasarkan hasil pantuan awak media di lokasi, fungsi petugas K3 tidak maksimal, karena antara jumlah petugas dengan volume ruas jalan tidak seimbang. Akibatnya serakat tanah dan pasir di permukaan jalan tiap hari makin menumpuk dan mengancam keselamatan para pengguna jalan. (RJN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *