Bandung – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan serikat pekerja dalam menjaga stabilitas industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jabar.
Pesan ini disampaikan dalam pertemuan dengan perwakilan Serikat Pekerja Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (14/2/2025), yang berlangsung dalam suasana diskusi santai.
Dalam pertemuan tersebut, Bey Machmudin mengapresiasi peran serikat pekerja dalam berkontribusi bagi pembangunan Jabar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terimakasih sudah bekerja untuk Jawa barat dan tetap jaga kondusifitas di Jawa Barat, karena industri menjadi kunci (pertumbuhan ekonomi) di Jawa Barat,” kata Bey dijumpai usai pertemuan dengan Serikat Pekerja Jabar.
Ia juga mendorong peningkatan produktivitas pekerja agar terus memacu pertembuhan ekonomi. “Jadi saya ingin teman-teman (Serikat Pekerja) bekerja dengan baik dan tingkatkat produktivitas” tuturnya.
Lebih lanjut, Bey sangat terbuka dengan aspirasi atau bahkan kritikan yang disampaikan oleh Serikat Pekerja. Hal tersebut merupakan bagian Demokrasi yang sudah menjadi hak setiap warga dalam menyampaikan aspirasi.
“Akan tahu, karena kita punya kepentingan masing-masing, saya disisi Pemerintah mereka disisi Serikat, jadi mereka harus seperti itu dilapangan (menyampaikan aspirasi) kan gak apa-apa,” ucapnya.
Kendati sempat terjadi perselisihan Bey mewajarkan tersebut, baginya setelah bertemu tentu ujungnya bisa saling memahami.
“Tapi pada akhirnya bertemu dan saling memahami posisi masing-masing”. ungkapnya.
Pertemuan ini sekaligus menjadi salam perpisahan Bey Machmudin yang mengemban tugas sebagai Gubernur Jawa Barat selama kurang lebih 1,5 tahun.
Dalam kesempatan tersebut Bey juga menitipkan pesan untuk memperkuat industri di Jabar dengan melatih pekerja baru agar nempunyai kemampuan yang kompeten di bidangnya.
Mengingat Jawa Barat sebagai provinsi dengan kontribusi industri terbesar kedua nasional, menjadikan sektor manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi. Bey Machmudin menegaskan, stabilitas hubungan industrial menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing provinsi tersebut. (*)Bre
Penulis : Aldi Salman























