Petani di Kecamatan Balongan Diminta Percepat Masa Tanam

- Redaksi

Kamis, 5 Desember 2019 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Indramayu – Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Balongan bermusyawarah dengan para kelompok tani di Desa Sudimampir Kecamatan Balongan untuk menentukan waktu dimulainya penggarapan lahan persawahan di desa setempat menghadapi musim tanam rendeng 2019-2020.

Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Balongan, Kus Hendarti, mengatakan musyawarah tersebut untuk menentukan kesepakatan bersama para petani melalui kelompok-kelompok tani agar dapat ditetapkan tanggal untuk para petani memulai penggarapan dan pra-penggarapan lahan. Di antaranya, ada gerakan-gerakan sebelum penggarapan seperti bersih-bersih lahan, pengendalian hama tikus dan lain sebagainya.

“Air baru masuk dari saluran sana dibuka ke kita itu tanggal 16 Desember 2019. Sebelum tanggal 16 kan harusnya dibersihkan dulu. Harusnya. Tapi kadang-kadang petani kan susah,” katanya usai kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor Kuwu Desa Sudimampir, Selasa (3/12/2019).

Ia menjelaskan, percepatan untuk tanam berbeda-beda di setiap desa yang menjadi binaan di wilayah kerjanya. Hal itu berdasarkan ketersediaan air di wilayah masing-masing dan juga bergantung pada aktifnya dari masing-masing petani.

“Ada kemungkinan yang di belakang duluan. Faktor kesadaran petaninya. Petaninya kadang-kadang takut kalau duluan takut hama tikus,” jelasnya.

Padahal, katanya, rasa takut seperti itu dapat diantisipasi dengan kekompakan atau serempak mempercepat musim tanam. Pada kenyataannya, para petani masih susah kompak untuk mempercepat masa tanam.

“Petani susah untuk nurut ke kita. Sawah-sawah siapa, petani tuh ga nurut. Kita hanya sekadar mengingatkan dan menyampaikan, awal musim tanggal sekian, curah hujan perkiraan tanggal sekian,” tuturnya.

Baca Juga :  Aplikasi Daya Tarik Wisata Terobosan Ucu Masuk 4 Besar PKA BPSDM Jabar

Ia mengatakan, percepatan musim tanam rendeng sejatinya untuk mengejar musim tanam kedua agar lebih cepat pula supaya tidak kekurangan ketersediaan air. Seperti biasanya, petani tidak mau cepat tanam meskipun air sedang melimpah, sehingga petani justru kewalahan air pada saat penggarapan akibat acuh pada saat air melimpah.

“Kalau kita leha-leha air sudah datang, petani biasanya nanti dulu, nanti dulu. Susah.
Biar keduanya (musim sadon) kita bisa ngejar,” ujarnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Sudimampir H. Wukir mengimbau masyarakat petani di desanya agar mempercepat musim tanam 2019-2020. Menurutnya, kekompakan di antara para petani akan lebih baik untuk menuju baiknya bidang pertanian di masyarakat.

Baca Juga :  Jasa Marga Unggulkan Jaringan Jalan Tol Jabotabek dan Kerajinan Tembaga di Indonesia Pavilion

“Kompak sesuai kesepakatan itu bagus. Kapan kita harus menggarap, tanam dan sebagainya, sehingga petani tidak mengalami susah untuk memenuhi ketersediaan air, karena ini akan berimbas pada masa tanam musim sadon nanti,” katanya.

Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan dari pihak terkait di Kecamatan Balongan. Para petani juga diberikan penyuluhan untuk menghadapi masa tanam 2019-2020.

Sementara, untuk beberapa kesepakatan yang disetujui petani yang diwakili para anggota kelompok tani dengan ketersediaan air yang dimulai pada 16 Desember 2019, yaitu pada 20 Desember petani memulai menyemai bibit dan menebarnya pada tanggal 23 dibulan yang sama. Sedangkan untuk mulai tanam, diperkirakan dilakukan pada 15 Januari 2020.

(man/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terbaru