RJN, Kuningan – Salah satu kekuatan yang dimiliki kabupaten Kuningan kawasan strategis destinasi pariwisata, memiliki banyak potensi daya tarik wisata yang pada umumnya memiliki keunikan dan keindahan, berada pada udara yang sejuk dan sumber air yang melimpah, suasana daya tarik wisata yang memberikan kenyamanan.
Sesuai dengan Visi Kabupaten Kuningan Tahun 2018-2023 yaitu Kuningan MAJU (Ma’mur, Agamis, Pinunjul) berbasis Desa Tahun 2023”, Pengertian berbasis desa yaitu Kuningan sebagai kabupaten yang memiliki potensi utama berbasis pertanian dan pariwisata
Hal ini disampaikan oleh Kabid Destinasi Pariwisata Disporapar Kabupaten Kuningan, Sri Ucu Sukmawati. Oleh karenanya, menurut Wanita yang biasa dipanggil Ucu Sukma itu, selaku Kabid dirinya berharap bisa mengoptimalkan daya tarik wisata saat ini sebagai wujud implementasi tupoksi dalam hal pengembangan dan tata kelola daya tarik wisata sehingga kunjungan wisatawan meningkat dan Kuningan menjadi daerah tujuan wisata.
“Menyimak kondisi saat ini, bahwa ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius, diantaranya masalah inventarisasi data daya tarik wisata serta teknis pengembangan dan tata kelola daya tarik wisata, kita harus bisa menangkap Peluang tingginya keinginan masyarakat untuk berwisata dan berekreasi” Jelasnya.
Ucu Sukma memiliki pemikiran, dalam mewujudkan mimpi pariwisata Kuningan ke depan dengan menyimak kekuatan dan peluang yang dimiliki untuk menuju kondisi ideal yang diharapkan, harus ada terobosan dalam pengembangan pariwisata dengan mengacu kepada reformasi birokrasi yang pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan meningkatkan kinerja organisasi.
“Pariwisata Kuningan harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (IT), salah satunya adalah harus ada aplikasi yang mampu menampilkan informasi data profil daya tarik wisata dengan disertai informasi pendukung” Lanjutnya
Menurut Ucu, manfaatnya adalah bagi pihak internal meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam melaksanakan tugas dan sebagai bahan dalam mengambil kebijakan untuk optimalisasi kualitas kinerja organisasi.
Sedangkan bagi pihak eksternal yaitu meningkatkan pelayanan publik dengan memberikan kemudahan akses informasi kepada masyarakat sehingga diharapkan menumbuhkan minat masyarakat untuk berkunjung ke destinasi pariwisata Kabupaten Kuningan.
Atas dasar pemikiran tersebut, saat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan II Tahun 2020 yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Jawa Barat baru-baru ini, Ucu menawarkan inovasi pembuatan aplikasi Daya Tarik wisata, Solusi yang ditawarkannya untuk Pengembangan pariwisata Kabupaten Kuningan melalui aplikasi daya tarik wisata ini terpilih menjadi terbaik keempat dari 30 Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan II Tahun 2020.
‘Dengan terobosan ini, daya tarik wisata di Kabupaten Kuningan akan memiliki daya jual dan berdampak kepada optimalisasi tingkat kunjungan wisatawan baik wisnus maupun wisman, sehingga dapat mendongkrak perekonomian melalui sektor pariwisata.” harap Ucu
Ucu juga berharap Kabupaten Kuningan harus memiliki daya tarik wisata unggul terpadu, yakni daya tarik wisata yang telah memenuhi unsur 3A pariwisata, yaitu Atraksi sebagai daya tarik utama sebuah destinasi wisata; Amenitas sebagai fasilitas pendukung sebuah destinasi wisata; Aksesibilitas yang dapat diartikan sebagai beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan ketika hendak berkunjung ke sebuah destinasi wisata, selain itu tentunya didukung pula oleh implementasi sapta pesona.
(bam/rjn)










