Objek Wisata Terkendala Oleh Pihak Pemerintah Desa

- Redaksi

Jumat, 14 Desember 2018 - 18:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Minimnya support yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap sektor pariwisata ternyata ada penyebab yang jarang diketahui oleh masyarakat Cirebon pada umumnya.

Hal ini diungkap oleh Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon, kendala pengembangan pariwisata khususnya dibeberapa obyek wisata yang ada di Cirebon terkendala dengan pengelolaan yang dikuasai oleh pihak Pemerintah Desa.

“Kami akui jika Kabupaten Cirebon belum optimal untuk menyambut para Wisatawan Mancanegara, karena untuk menyambut Wisatawan Nusantara saja belum bisa optimal, karena pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon hanya memiliki banyu panas di Wilayah Barat Cirebon (Red. Gempol) satu satunya milik Pemkab Cirebon, sedangkan yang lainnya dikuasai oleh Pemerintah Desa, ” ujarnya Hartono Kepala Disbudparpora kepada rakyatjabarnews.com saat ditemui di bilangan wisata Kura Kura Belawa, Jumat (14/12/2018).

Seperti obyek wisata kura kura Belawa yang bisa kami support dari sisi Eksoting pengembangan Kawasan Wisata Marga Satwa Kura Kura Belawa, karena dalam Perda Tata Ruang Wilayah 2018 masuk kawasan suaka marga satwa kura kura.
“Karena obyek wisata Cikuya ini dikelola oleh Desa, maka kami hanya bisa support dalam eksotingnya, pelatihan guide, sapta pesona dan lain lain.”

Baca Juga :  Grand Travello Hotel Bekasi Gelar Ramadan Showcase 2026, Hadirkan Iftar Buffet Spesial

Hartono menambahkan apabila pihak Pemdes mau menghibahkan obyek wisata kura kura maka pihak pemda melalui Disbudparpora dipastikan akan dikembangkan sedemikian rupa.

“Untuk di kembangankan menjadi kawasan suaka marga satwa kura kura tergantung kesepakan antara pihak Pemdes Belawa dan Pemda Cirebon maka kawasan obyek wisata akan ada pengembangan, “paparnya.

Sedangkan menurut Dadan Hendarman yang menjabat Kasi Ekbang Desa Belawa, rumor adanya bantuan pakan kura kura dari DKP baru pada wacana, karena untuk pakan masih dari anggaran Desa dan dari tiket masuk obyek wisata kura kura Belawa.

Baca Juga :  Booming Bakso Jumbo, Cirebon Ada Bakso Dewaruci New Plekenut

“Jika nantinya pihak DKP akan membantu pakan kami pihak pemdes sangat bersyukur, “ujarnya saat ditemui disudut obyek wisata Belawa.

Dadan pun menambahkan jika wacana pengembangan kawasan suaka marga satwa kura kura Belawa bisa direalisasikan maka sektor pariwisata di Cirebon bisa maju, banyak tanah masyarakat disini mau menjual lahan asalkan sesuai pasaran disini, “tandasnya.(ymd/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB