oleh

Booming Bakso Jumbo, Cirebon Ada Bakso Dewaruci New Plekenut

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Bakso berukuran jumbo memang sedang booming saat ini. Bakso ini menawarkan sensasi makan dengan porsi yang cukup besar dan harus dimakan secara ramai-ramai. Kali ini, di Cirebon juga terdapat tempat makan bakso berukuran jumbo, tepatnya di Jl. Ciptomangunkusumo, Pusat Kuliner Komplek TNI AL Tubono, atau Jl. Terusan Cipto arah Perumahan Taman Cipto Kota Cirebon.

Adalah Bakso Dewaruci New Plekenut milik Ibu Hevi yang sudah buka sejak tahun 2014 lalu. Awalnya, belum ada bakso berukuran jumbo seperti yang sekarang ini. Paling besar juga hanya ada berukuran kepalan tangan.

“Saat mulai booming bakso beranak ukuran jumbo, maka saya coba ikut. Dan responnya bagus,” jelas Hevi sesaat ditemui RakyatJabarNews.com di lapaknya, Selasa (23/1).

Dipilihnya nama Dewaruci, menurut Hevi, adalah karena berada dalam komplek TNI AL Dewaruci, apalagi suaminya juga anggota TNI. Sedangkan Plekenut adalah istilah bahasa Jawa yang berarti bimbang atau bingung.

“Jadi, begitu makan bakso, bingung mau dihabisin atau tidak,” tuturnya.

Selama perjalanan usaha bisnis baksonya, Hevi pernah mengikutsertakan Bakso Dewaruci New Pelembut miliknya dalam Festival Kuliner Nagbubirit La Plaza Mall Kelapa Gading dan Festival Kuliner Serpong Summarecon Mall Serpong Tangerang. Bakso miliknya berhasil masuk dalam 5 besar.

“Alhamdulilah respons masyarakat Cirebon sangat bagus. Apalagi ada yang dari luar Cirebon kayak Brebes, Tegal, Majalengka, bahkan Jakarta. Mereka mengincar bakso jumbonya itu,” jelasnya.

Bakso jumbo milik Ibu Hevi dinamakan Bakso Bledak, sedangkan yang lebih kecil bernama Bakso Beranak, dan ada juga bakso-bakso kecil lainnya. Selain bakso, terdapat juga menu mie ayam.

Harga Bakso Dewaruci pun cukup terjangkau dan bervariasi, dari yang paling murah Rp 8.000, hingga yang paling mahal yakni Bakso Bledak seharga Rp 90.000.

Ibu Hevi menuturkan, meskipun banyak bakso kekinian dan mendapat saran dari orang lain untuk memodifikasi baksonya supaya menarik, dia tidak mau. Alasannya cukup sederhana, karena yang kekinian biasanya akan cepat menghilang. Jadi, dia tetap menyajikan bakso yang pada umumnya. Yang penting, tidak mengubah cita rasanya.

“Kita buka dari pagi jam 10 sampai jam 9 malam,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Komentar

News Feed