oleh

Peringati Hari Kesehatan Nasional, ISPA dan Diare menjadi Momok Masyarakat Kabupaten Cirebon

RJN, Cirebon – Masih tingginya jenis penyakit ispa dan diare yang di derita masyarakat Cirebon menjadi keprihatinan dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

Hal ini terungkap pada saat UPTD Kesehatan Lemahabang (Puskesmas Lemahabang) menggelar acara peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 54 Tahun di halaman Puskesmas setempat yang dihadiri oleh jajaran Muspika setempat, Kamis (29/11/2018).

Menurut dr. Sutara melalui Kepala Tata Usaha, Iwan menjelaskan masyarakat yang berobat ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Lemahabang rata rata menderita sakit jenis Ispa dan Diare.

“Ispa dan diare menjadi penyakit tertinggi dari hasil pemeriksaan pasien, ” kata Iwan kepada rakyatjabarnews.com saat ditemui di komplek Puskesmas setempat.

Iwan menambahkan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon memberikan program pelayanan melalui gerakan masyarakat hidup sehat dengan.

“Aktivitas fisik 30 menit sehari, makan buah dan sayur, berhenti merokok, tidak minum alkohol, cek rutin kesehatan.”

Masih menurut Iwan pihaknya telah menyebar Pos Bindu di 4 lokasi diwilayah Kecamatan Lemahabang, agar masyarakat dapat mengecek kesehatan secara rutin

“Ada pos Bindu yang kami sebar di Belawa, Cipeujeh Wetan, Sigong dan Leuwidinding dengan tujuan agar masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya secara rutin.”

Sedangkan pada saat dikonfirmasi akan data penyakit dari Klinik swasta di wilayah Lemahabang, Iwan mengaku belum memiliki akses kepada para pengelola klinik swasta ataupun dokter swasta karena belum mendapatkan perintah dari Dinas Kesehatan.

Adapun hasil rapat dari tim Kesehatan di puskesmas kami terdapat penyakit yang mendominasi penyakit yang diderita oleh masyarakat yaitu Ispa dan Diare.

“Ini bahan masukan, kedepan pihak kami pun akan mengajukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon agar pihak Dokter swasta atau Klinik Pratama ikut memberikan data penyakit yang diderita masyarakat.”

Lebih lanjut Iwan menjelaskan untuk saat ini baru pada mengecek perijinan dari Klinik swasta ataupun praktek dokter swasta, apakah sudah berijin atau belum.(ymd/rjn)

“Banyak praktek dokter dan klinik swasta di wilayah Lemahabang, baru pada perijinan belum sampai pada data penyakit”. Tutupnya

Komentar

News Feed