Rawan Diare dan ISPA, Ini Komentar Kabid P2P Dinkes Kabupaten Cirebon

- Redaksi

Jumat, 30 November 2018 - 11:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Masih tingginya angka penyakit Ispa dan Diare yang menjangkiti masyarakat Kabupaten Cirebon diduga akibat masyarakatnya belum menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Prilaku masyarakat dan buruknya lingkungan yang kotor menjadi penyebab.

Perlu digaris bawahi jika masyarakat tidak mau merubah pola hidup maka sampai kapan pun penyakit Ispa dan Diare akan tetap menjadi masalah.

Baca Juga :  Drama Kolosal Resolusi Rakyat Bekasi 1950 Jadi Pembuka Rangkaian HUT Kota Bekasi ke 26 Tahun

Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mendorong masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, maka bisa menakan penyakit Ispa dan Diare, “ungkapnya Nanang Ruhyana Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon pada rakyatjabarnews.com saat dihubungi melalui pesan aplikasi WhatsApp, Jumat (30/11/2018).

Lebih lanjut Nanang menjelaskan program dari Dinas Kesehatan sudah bergulir salah satunya program Open Defecation Free (ODF) karena kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kesehatan lingkungan itu sendiri.

“Khusus untuk kasus ISPA dan Diare pengaruh terbesarnya dari kesehatan lingkungan, “jelasnya.

Baca Juga :  Camat Astanajapura: Masyarakat Wajib Cantumkan Golongan Darah dalam E-KTP

Masih menurut Nanang jika masyarakat masih BAB sembarangan dan tidak berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), maka sampai kapanpun akan tetap menjadi momok.

“ODF adalah solusi yang tepat untuk menekan penyakit diare dan PHBS bisa menekan penyakit ISPA dengan rumah yang sehat dan lingkungan yang sehat pula, “tandasnya. (ymd/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terbaru