Pemkab Bekasi Siapkan RSUD Cabangbungin Untuk Tangani Pasien Covid-19

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2020 - 07:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah mempersiapkan RSUD Cabangbungin sebagai salah satu rumah sakit yang akan menangani pasien kasus Covid-19. Saat ini pemerintah daerah tengah melakukan rehabilitasi di sejumlah ruangan untuk dapat dipergunakan dalam menangani Pasien Covid-19 khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Nantinya akan ada 37 Bed yang terbagi di dua lantai, khusus untuk menangani ODP dan PDP di RSUD Cabangbungin”, ucap Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah kepada Humas Pemkab Bekasi.

Baca Juga :  Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan dalam waktu 14 hari kedepan terhitung mulai hari Minggu (29/3/20), RSUD Cabangbungin sudah dapat difungsikan untuk menangani kasus Covid-19. Selain sarana dan prasarana, kebutuhan Tenaga Medis juga tengah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam penyelenggaraan penangangan khusus Covid-19.

“Kami sedang menyusun rencana kebutuhan yang diperlukan mulai dari sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung rumah sakit, dan yang paling utama ialah ketersediaan Tenaga Medis seperti Dokter dan Perawat, mudah mudahan dalam 2 minggu kedepan semua sudah bisa dipenuhi”, pungkas Alamsyah.

Baca Juga :  Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur! KRL vs Argo Bromo Anggrek, Penumpang Panik

Sementara itu Direktur RSUD Cabangbungin dr. Markenley mengatakan bahwa pihaknya mengaku siap apabila Pemerintah Daerah akan memfungsikan RSUD Cabangbungin untuk menangani Pasien Covid-19, meski ia berharap segala sarana prasarana yang dibutuhkan dapat segera dipenuhi untuk menunjang pelaksanaan penanganan pasien Covid-19.

Markenley mengatakan salah satu aspek yang menurutnya dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 ialah dukungan dari tenaga Medis, dirinya berharap kebutuhan perawat dan dokter dapat dipenuhi. Saat ini pihaknya hanya memiliki sekitar 20 orang Perawat dengan dokter umum dan dokter spesialis.

Baca Juga :  Nikmati Kuliner Ala Harper Cikarang, Menu Spesial Tomahawk Steak Di Archipelago Food Festival Ke-29

“Kami membutuhkan setidaknya 75 Orang Perawat serta penambahan sejumlah dokter umum dan dokter spesialis, tentu dengan Alat Pelindung Diri yang tercukupi”ucapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan beberapa Rumah Sakit baik RSUD Cibitung maupun beberapa RS Swasta untuk menangani Pasien dengan Kasus Covid-19. Saat ini terdapat sejumlah 61 Ruang Isolasi yang disiapkan untuk penanganan Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

(Adv/ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Pegawai Tirta Bhagasasi Mengaku Dipaksa Tanda Tangani Mosi
Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi
Kuasa Hukum MSB Bantah Ada Rekening Pribadi di Kasus Dugaan Korupsi Tirta Bhagasasi
Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Pemkot Bekasi Siagakan 11 Water Trucking
Kebocoran Air Tembus 60 Persen hingga Dewas Dinilai Tak Kompak
Tri Adhianto Minta ASN Tingkatkan Kinerja, Pelayanan Publik Kota Bekasi Masuk 4 Besar Jabar

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Kuasa Hukum MSB Bantah Ada Rekening Pribadi di Kasus Dugaan Korupsi Tirta Bhagasasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Pemkot Bekasi Siagakan 11 Water Trucking

Berita Terbaru

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Otomotif

B50 Diuji 40.000 Km, Apa yang Terjadi pada Kendaraan Diesel?

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:39 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada atlet Peparpeda saat membuka ajang olahraga pelajar disabilitas di Kota Bekasi.

Olahraga

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Kamis, 6 Agu 2026 - 14:00 WIB