oleh

Pelaku Pariwisata di Cirebon Berharap Anggaran Promosi Diperbesar

RJN, Cirebon– Pengembangan sektor pariwisata di Cirebon masih membutuhkan campur tangan pihak lain selaku investor. Rendahnya biaya promosi di tingkat pemerintah daerah dinilai dapat mengancam perkembangan sektor ini.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPC Wilayah 3 Jawa Barat, Abdul Rozak mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar para pelaku pariwisata di Wilayah Cirebon, menarik para pelintas yang memanfaatkan akses-akses transportasi nasional seperti jalan tol dan Bandara Internasional Kertajati, untuk singgah ke Cirebon.

“Tidak sekedar singgah, mereka diharapkan menetap lebih lama untuk menikmati aneka potensi wisata yang ada di Cirebon,” katanya, Kamis (1/8/2019).

Ia menyatakan, Cirebon memiliki potensi wisata sangat beragam mulai dari kuliner, sejarah, hingga wisata religi. “Potensi wisata di Cirebon mulai dilirik masyarakat regional dan nasional,” ujarnya.

Sayangnya, biaya promosi yang dialokasikan pemerintah daerah masih rendah, rata-rata pemerintah daerah di wilayah Cirebon khususnya, mengalokasikan biaya promosi di bawah Rp1 miliar.

“Kalau masih di bawah Rp1 miliar, pengembangan potensi pariwisata bisa jauh tertinggal,” ungkapnya.

Menurutnya, idealnya biaya promosi pariwisata sekitar 10% dari pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari sektor ini. Meski mengaku tidak mengetahui pasti besaran alokasi untuk sektor pariwisata di Cirebon, ia menyebutkan anggarannya kemungkinan di bawah 10%.

(uan/rjn)

Komentar

News Feed