Pasca Terendam Banjir, Alat Peribadatan di Klenteng Hok Tek Ceng Sin Banyak yang Rusak

- Redaksi

Selasa, 13 Februari 2018 - 20:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Terkadang luput dari perhatian masyarakat dan media, keberadaan klenteng Hok Tek Ceng Sin yang berada di pinggir Sungai Singaraja, Desa Lemahabang Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon turut terkena banjir. Hal tersebut akibat dari luapan Sungai Singaraja yang baru setahun mendapatkan program normalisasi dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai).

Baca Juga :  Polres Cirebon Kota Amankan 52 Botol Miras dan Ratusan Liter Tuak

Menurut pantauan awak media, pada saat menyambangi kondisi klenteng sedang dalam proses perbaikan oleh para pekerja akibat kerusakan banjir. Padahal besok merupakan hari Imlek bagi umat Tionghoa.

Saat dihubungi melalui sambungan telpon, pengurus klenteng Hok Tek Ceng Sin, Aryanti mengatakan sedang berada di luar Kabupaten Cirebon dalam rangka mempersiapkan acara Imlek besok.

“Maaf, saya sedang di luar kota sedang mempersiapkan acara hari imlek besok,” jelasnya, Selasa (13/2).

Sedangkan pada saat meminta keterangan dari salah satu pekerja yang sehari-hari membersihkan klenteng mengatakan, akibat banjir yang tinggi melebihi dada orang dewasa pada minggu lalu, membuat banyak peralatan ibadah dan perabotan lainnya terendam banjir.

Baca Juga :  Pasca Hujan Deras, Beberapa Ruas Jalan di Terjang Banjir

“Banyak alat-alat peribadatan yang rusak dan terendam banjir. Sekarang sedang diperbaiki oleh para pekerja bangunan agar besok bisa dipergunakan untuk melakukan sembahyang di klenteng Hok Tek Ceng Sin,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terbaru