Miris, Mengejar Akreditasi, Puskesmas Harus Rela Bergotong Royong

- Redaksi

Rabu, 25 April 2018 - 20:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Publik Cirebon terhentak dengan aksi moral yang dilakukan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di lingkungan Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon pada Selasa (24/4) kemarin. Massa yang berjumlah ratusan orang ini meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon membenahi praktik korupsi yang masif di lingkungan puskesmas se-Kabupaten Cirebon.

Kepala Tata Usaha sekaligus Bendahara Puskesmas Pasaleman Kabupaten Cirebon, Tuti mengatakan, jika informasi korupsi di lingkungan puskesmas tidak seluruhnya benar. Karena, di puskesmas tempat dirinya bertugas tidak melakukan praktik seperti yang dialamatkan, yaitu gratifikasi pada calon karyawan ataupun melakukan pemotongan Jasa Pelayanan (Jaspel) dari setiap karyawan yang bekerja.

Baca Juga :  Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris yang Ditangkap di Bandung

“Kami berusaha Tabayun dengan tuduhan korupsi di lingkungan puskesmas kami, karena di sini kami tidak melakukan pungutan pada karyawan,” jelasnya saat ditemui awak media di Puskesmas Pasaleman Kabupaten Cirebon, Rabu (25/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Tuti yang juga berprofesi sebagai bidan ini, bahwa salah satu program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu Akreditasi Puskesmas. Karena itu, suka atau tidak suka, hal tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga, setiap puskesmas akan berupaya mencari pendanaan, baik itu swadaya dari para karyawan dengan mengadakan rapat persetujuan dari seluruh karyawan.

Baca Juga :  Pemerintah Canangkan Imunisasi MR Bulan Agustus-September

“Bahkan dari 3 karyawan yang baru tidak dipungut satu rupiah pun, walaupun dalam menghadapi akreditasi dibutuhkan banyak biaya yang tidak bisa didanai dari DPA,” tuturnya.

Ditambahkan Tuti, jika di tempatnya bekerja belum bisa menerima Jasa Pelayanan non tunai atau transfer ke rekening, karena ada kendala dalam jaringan internet, yaitu belum adanya jaringan telepon masuk ke puskesmas sampai akhir tahun 2017. Sehingga, pendaftaran tidak bisa online dan berdampak pada penerimaan pencairan Jasa Pelayanan.

Ditambahkan Tuti, untuk para sukwan atau karyawan yang statusnya sukarelawan selama satu tahun, tidak mendapatkan gaji atau Jasa Pelayanan sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :  Datangi Pengungsian Korban Kebakaran Kilang Pertamina, Berikut Catatan Anggota Komisi VIII

“Sehingga, suka atau tidak, itulah yang terjadi pada para sukwan. Namun di Puskesmas Pasaleman, para sukwan diberikan gaji bulanan walaupun jauh dari kata layak, apabila dilihat dari kerja keras dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Diterangkan Tuti, jika dana yang dipakai untuk persiapan Akreditasi merupakan dana talangan dari Kepala Puskesmas yang berasal dari Jasa Pelayanan pribadi Kepala Puskesmas.

“Tidak ada potongan Jasa Pelayanan terhadap para karyawan di Puskesmas Pasaleman,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB