Menkomdigi Meutya Hafid Ingatkan Risiko AI, Pemerintah Siapkan Regulasi Ketat

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid

i

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan Artificial Intelligence (AI) harus diimbangi dengan tata kelola yang kuat untuk melindungi masyarakat.

Hal ini disampaikan dalam ajang Bravo 500 Summit 2026 di Ballroom Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Meutya membuka dengan optimisme terhadap masa depan AI yang dinilai mampu mendorong transformasi di berbagai sektor. Namun, ia mengingatkan bahwa di balik peluang besar tersebut, terdapat risiko yang perlu diantisipasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“AI memberi peluang besar, tetapi juga membawa tantangan. Kita harus optimistis, namun tetap waspada,” ujarnya.

Baca Juga :  Pastikan Layanan Optimal Di Ruas Tol Cipularang & Padaleunyi Selama Arus Mudik dan Balik Idulfitri 1446H

Ia mencontohkan kasus perusahaan teknologi pengenal wajah pada 2020 yang mengumpulkan miliaran data foto dari internet tanpa persetujuan memadai. Teknologi tersebut bahkan mampu mengidentifikasi seseorang hanya dari satu foto dalam hitungan detik.

Menurut Meutya, hal ini menunjukkan bahwa kekuatan AI tidak hanya terletak pada algoritma, tetapi juga pada data.

“Semakin besar dan terintegrasi data, semakin cerdas AI. Namun tanpa tata kelola yang baik, hal ini berpotensi merusak kepercayaan publik,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah mendorong inovasi tetap berjalan, namun harus berada dalam koridor regulasi yang jelas.

“Pelaku bisnis boleh berinovasi cepat, tetapi negara wajib memastikan perlindungan publik tetap terjaga,” tegasnya.

Baca Juga :  Walikota Bekasi Diperiksa KPK

Meutya juga mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap AI tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di tingkat global. Dalam forum internasional yang ia hadiri di Singapura, sebagian besar diskusi justru menyoroti pentingnya mitigasi risiko.

“Sekitar 80 persen pembahasan fokus pada risiko AI. Ini menunjukkan dunia tidak hanya bicara peluang, tapi juga dampaknya,” katanya.

Sebagai respons, Indonesia mengambil langkah progresif dengan menyiapkan regulasi khusus AI dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres). Langkah ini dinilai penting mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 230 juta orang.

Regulasi tersebut akan mencakup dua aspek utama, yakni etika AI dan pengembangan AI.

Baca Juga :  268 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada Libur Tahun Baru Imlek

Dalam implementasinya, pemerintah menyiapkan empat fondasi utama, yaitu tata kelola digital yang transparan, infrastruktur yang andal, pengelolaan data yang aman dan terintegrasi, serta penguatan talenta digital.

Selain itu, kebijakan AI akan difokuskan pada penguatan riset dan teknologi, pengembangan ekosistem inovasi, kolaborasi multipihak, serta mitigasi risiko.

“Keberhasilan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga bagaimana data dikelola secara aman, etis, dan bertanggung jawab,” pungkas Meutya.

Bravo 500 Summit 2026 mengangkat tema “Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri: AI dan Integrasi Data”, yang dinilai relevan dalam menjawab tantangan transformasi digital di Indonesia. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka
Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029
NutriSari Berangkatkan 22 Mitra UMKM untuk Umroh, Ada Program Tukar Sachet
Mercedes-Benz Gelar Technician Skill Contest 2026, Uji Kompetensi 64 Teknisi dari 14 Dealer
DKP PERADI Batalkan Skorsing, Muannas Alaidid Dinyatakan Tak Terbukti Langgar Etik
Jakarta Diselimuti Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga CFD Mulai Pakai Masker
Bosch Rayakan 100 Tahun Teknologi Wiper, Visibilitas Jadi Kunci Keselamatan
New Honda Vario EVO 160 Night Ride, WMS Ajak 150 Bikers Nikmati Riding Malam

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:23 WIB

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Selasa, 8 September 2026 - 15:13 WIB

Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029

Selasa, 8 September 2026 - 14:56 WIB

NutriSari Berangkatkan 22 Mitra UMKM untuk Umroh, Ada Program Tukar Sachet

Selasa, 8 September 2026 - 09:19 WIB

Mercedes-Benz Gelar Technician Skill Contest 2026, Uji Kompetensi 64 Teknisi dari 14 Dealer

Senin, 7 September 2026 - 15:20 WIB

DKP PERADI Batalkan Skorsing, Muannas Alaidid Dinyatakan Tak Terbukti Langgar Etik

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB